Ratusan Orang Tiba ke Indonesia, Kemenhub Batasi Penerbangan dari India

Selanjutnya dia mengatakan pihaknya tidak akan membuka penerbangan reguler terkait rute tersebut. Walaupun demikian terkait kargo tetap diberlakukan lantaran diperlukan untuk pergerakan pendistribusian vaksin.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Ratusan Orang Tiba ke Indonesia, Kemenhub Batasi Penerbangan dari India
Budi Karya Sumadi. ©2017 Merdeka.com

Pemerintah terus berkoordinasi dengan adanya ratusan Warga Negara Asing (WNA) asal India tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada Selasa (21/4) malam. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya akan membatasi penerbangan dari India.

"Memang ada kecenderungan adanya pergerakan maka kita memang punya sikap melakukan selektif terhadap penerbangan dari India di antaranya adalah membatasi penerbangan, jadi kalaupun ada kita lakukan secara selektif," kata Budi saat konferensi pers, Jumat (23/4).

Selanjutnya dia mengatakan pihaknya tidak akan membuka penerbangan reguler terkait rute tersebut. Walaupun demikian terkait kargo tetap diberlakukan lantaran diperlukan untuk pergerakan pendistribusian vaksin.

"Tidak ada penerbangan reguler, kargo dimungkinkan tapi kami lakukan secara selektif kita tahu kita juga membutuhkan pergerakan dari India ke Indonesia diantaranya vaksin ini jadi prioritas," ungkapnya.

Sementara itu, jika ada pergerakan dari dalam ke luar, pihaknya pun akan melakukan di empat bandara. Yaitu mulai dari Soekarno-Hatta, Samratulangi, Juanda, dan Medan. Tidak hanya itu nantinya jalur laut pun akan diperketat.

"Di laut juga ada tiga pelabuhan Batam, Tanjung Pidang, dan Dumai," bebernya.

Sementara itu, nantinya pihak Kemenhub akan mengacu pada Surat Edaran yang akan dikeluarkan Dirjen Imigrasi. Nantinya aturan tersebut pun akan beriringan dengan Kementerian Luar Negeri, dan Kesehatan.

"Kita memang akan mengacu SE dirjen Imigrasi 25 April, di mana kita akan mengatur searah dengan SE saya pikir kementerian luar negeri, kesehatan dan akar intensif berjalan dengan baik," bebernya.

Rekomendasi