Olah TKP Selesai, Polisi Tunggu Hasil Labfor Penyebab Kebakaran Kilang di Balongan

Kesimpulan penyebab dan detail lainnya terkait kebakaran kilang minyak Pertamina Balongan akan dapat disampaikan usai pemeriksaan laboratorium forensik.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Olah TKP Selesai, Polisi Tunggu Hasil Labfor Penyebab Kebakaran Kilang di Balongan
Kebakaran Kilang Minyak Balongan. ©2021 Istimewa

Polisi menyelesaikan olah TKP kasus kebakaran kilang minyak Pertamina Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Penyidik masih menunggu penyebab terjadinya insiden tersebut dari laboratorium forensik.

"Sekarang barang bukti tersebut sedang dilakukan pemeriksaan secara laboratorium, sedang dilakukan pemeriksaan oleh tim ahli," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/4).

Rusdi menyebut, kesimpulan penyebab dan detail lainnya terkait kebakaran kilang minyak Pertamina Balongan akan dapat disampaikan usai pemeriksaan laboratorium forensik.

"Kebakaran dari mana, titik apinya di bagian apa, dan juga sumber api dari mana, itu nanti akan terjawab nanti. Sekarang Puslabfor Polri sedang melakukan kegiatan di laboratorium untuk memeriksa terhadap barang-barang butki yang didapatkan dari hasil olah TKP," kata Rusdi.

Satu korban yang terbakar akibat kebakaran tangki Kilang Pertamina Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, berinisial IA (17) meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama 12 hari.

"Korban berinisial IA (17) meninggal dunia pada Jumat (9/4/2021) pukul 22.49 WIB," kata General Manager Kilang Balongan Hendri Agustian melalui pesan tertulis yang diterima di Indramayu, Sabtu (10/4/2021).

Menurut Hendri, IA merupakan korban luka bakar yang langsung mendapatkan perawatan setelah kejadian.

Korban juga sempat dirawat di rumah sakit di Indramayu, namun karena kondisi yang cukup parah kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Pertamina Pusat RSPP Jakarta untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif dari dokter spesialis dan perawat yang pengalaman dalam penanganan luka bakar.

"Korban menjalani perawatan maksimal di Burn Unit RSPP Jakarta selama 12 hari," tuturnya seperti dikutip dari Antara.

Hendri mengatakan IA merupakan warga Desa Junti, Kabupaten Indramayu, yang pada saat terjadi insiden kebakaran empat tangki Kilang Pertamina Balongan tengah melintasi lokasi.

Pertamina kata Hendri, menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya dan akan bertanggungjawab untuk memberikan penanganan terbaik selanjutnya bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan. Pertamina juga telah berkomunikasi dengan keluarga korban atas kehilangan yang sangat berat ini.

"Mewakili Pertamina, saya menyampaikan rasa duka terdalam atas kepergian almarhum. Kami memohon maaf, karena ikhtiar yang dilakukan tidak dapat menyelamatkan almarhum," ujarnya.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi