Pantau Kedatangan Polisi, Pelaku Pasang CCTV di Kampung Narkoba Tangga Buntung

"Mereka ada kode khusus, itu dipakai jika ada polisi datang," ujarnya.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Pantau Kedatangan Polisi, Pelaku Pasang CCTV di Kampung Narkoba Tangga Buntung
Ilustrasi Garis Polisi. ©2015 merdeka.com/afif

Beragam cerita menarik terungkap setelah aksi penggerebekan kampung narkoba di kawasan Tangga Buntung Palembang, kemarin pagi. Saat itu, polisi mengamankan 65 orang, termasuk istri bandar besar.

Kasatres Narkoba Polrestabes Palembang AKBP Andi Supriadi mengungkapkan, CCTV itu terpasang di pintu gerbang untuk memantau orang-orang, terutama polisi, yang hendak masuk ke kawasan tersebut. CCTV itu dijaga seseorang yang diberikan upah Rp 200 ribu per hari. Penjaga difasilitasi HT sebagai sarana komunikasi antar mereka.

"Ada kamera pengawas di depan lorong, itu pertahanan awal mereka di sana," ungkap Andi, Senin (12/4).

Selanjutnya, komplotan itu menyebar beberapa orang di depan dan dalam lorong yang juga bertugas memantau situasi. Mereka segera melaporkan ke atasannya jika ada orang yang mencurigakan.

"Mereka ada kode khusus, itu dipakai jika ada polisi datang," ujarnya.

Selain itu, mereka juga menembakkan petasan sebagai kode agar bandar segera kabur. Cara tersebut menjadi strategis yang dipakai dalam menjaga keberadaan bosnya.

"Petasan dihidupkan sebagai sinyal jika kondisinya membahayakan, bos-bos mereka akhirnya bisa kabur," kata dia.

Menurut dia, semua tahapan tersebut adalah bagian upaya mempetahankan bisnis mereka. Alhasil, kawasan itu sulit ditembus, bahkan justru membahayakan petugas.

"Mereka ada benteng pertahanan yang berlapis, memang sulit ditembus. Karena itu kami pelajari selama seminggu sebelum penggerebekan," pungkasnya.

Rekomendasi