Kapolda Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol Lotharia Latif, mengerahkan 500 polisi ke Kabupaten Flores Timur dan Lembata, untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Kedua wilayah ini yang paling parah mengalami bencana alam tanah longsor dan banjir bandang. Tahap awal, sebanyak 300 anggota Polda diterjunkan ke lokasi dan menyusul 200 anggota dari Satuan Brimob.
"Kita kerahkan 300 anggota, disusul 200 anggota Brimob Polda Nusa Tenggara Timur," kata Lotharia Latif, Rabu (6/4).
Polda juga memberikan bantuan peralatan bagi masyarakat terdampak di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata.
Selain itu, Polda beserta Bhayangkari memberikan bantuan makanan dan vitamin serta obat-obatan kepada masyarakat.
Polri bersama TNI juga membangun Posko dan dapur lapangan, yang disebar ke lokasi bencana. Salah satu posko dan dapur umum yang dibangun, dipusatkan di kantor camat Adonara Timur.
"Kita melakukan tugas negara dan negara hadir bagi masyarakat berdampak," jelas Lotharia Latif.
Penambahan personel Polri ke Pulau Adonara maupun Kabupaten Lembata terus dilakukan, untuk membantu proses evakuasi dan pemulihan kondisi masyarakat.
Aparat keamanan pun masih membantu pemerintah daerah mencari korban yang hilang, serta mengevakuasi warga yang ditemukan selamat.
Kapolda juga meminta masyarakat bersabar dan tidak panik dengan kondisi yang ada. "Tetap sabar dan jangan panik. Kami hadir untuk membantu semampu kami," imbau Lotharia Latif.
Pada Selasa (6/4) kemarin, masyarakat menemukan satu jenazah lagi. Korban teridentifikasi bernama Kamsina Darangkia (45), warga desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur.
Korban ditemukan sekitar pukul 12.30 WITA oleh tim pencari secara manual. Saat ditemukan, posisi korban terjepit di dalam lumpur.
Karena sulitnya mengevakuasi korban, masyarakat meminta bantuan eksvator untuk menggali jenazah korban. Jenazah korban kemudian dimakamkan pihak keluarga.