Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan Indonesia masih berjibaku dengan pandemi Covid-19. Namun, pengendalian Covid-19 di Tanah Air tidak menghambat kegiatan sosial dan ekonomi.
"Indonesia membuktikan bahwa pengendalian Covid-19 bisa dilakukan paralel dengan upaya menjaga kegiataan sosial ekonomi tetap berjalan," katanya dalam acara Peresmian Pembukaan Rakornas Bencana di Istana Negara, Rabu (3/3).
Pengendalian Covid-19 yang dilakukan secara paralel dengan kegiatan sosial ekonomi, kata Doni, untuk mencegah banyaknya korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Di sisi lain, aktivitas sosial ekonomi tidak memicu penularan Covid-19 meluas.
Doni melanjutkan, pada momentum satu tahun pandemi Covid-19, pemerintah optimis bisa keluar dari bencana non alam tersebut. Pandemi Covid-19 mulai melanda Indonesia sejak 2 Maret 2020.
"Kita harus optimis bahwa semua kebijakan yang sudah digariskan Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintah akan membawa Indonesia keluar dari masalah kesehatan dan ekonomi," ujarnya.
Data Kementerian Kesehatan pada Selasa (2/3), kasus positif terinfeksi Covid-19 di Indonesia menembus 1.347.026 orang. Ada peningkatan 5.712 kasus dari data Senin (1/2), masih 1.341.314 orang terjangkit virus SARS-CoV-2 itu.
Dari total 1.347.026 kasus positif Covid-19, 36.518 di antaranya meninggal dunia dan 1.160.863 berhasil sembuh. Sementara itu, 149.645 orang masih menjalani perawatan atau isolasi.