Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Sumatera Utara mencatat sebanyak 40 desa yang berada di tiga kecamatan yakni Tiganderket, Tiga Binanga dan Kutabuluh, terkena dampak erupsi Gunung Sinabung.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Karo, Natanail Perangin-angin menjelaskan abu vulkanik dari erupsi Gunung Sinabung menyelimuti 17 desa di Kecamatan Tiganderket. Lalu delapan desa di Kecamatan Kutabuluh, dan 15 desa di Kecamatan Tiga Binanga.
"Semburan abu vulkanis Sinabung itu berdampak ke masyarakat, baik permukiman maupun perladangan. Saat ini juga masih tertutup abu vulkanis," kata Natanail, Selasa (2/3).
Lanjutnya, saat ini satuan tugas (satgas) tanggap darurat bencana Gunung Sinabung sedang melakukan patroli dan membersihkan wilayah yang dihujani abu vulkanis.
"Satgas saat ini masih melaksanakan pembersihan di tiga Kecamatan terdampak dengan melibatkan TNI, Polri, BPBD dan pemadam kebakaran Karo sebanyak 100 Personel," ujar Natanail.
Gunung Sinabung diprediksi masih berpotensi meluncurkan guguran awan panas akibat kubah lava yang tidak stabil dan memungkinkan terjadinya erupsi kembali.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar keluar dari zona merah dan dilarang beraktivitas. Petugas juga saat telah membagikan masker kepada masyarakat," ungkapnya.
Sebelumnya, Gunung Sinabung mengalami erupsi dan meluncurkan awan panas guguran sebanyak 13 kali. Tinggi kolom abu mencapai 5 kilometer, begitu pun dengan awan panas guguran yang diluncurkan sejauh 5 kilometer, Selasa (2/3).
Masyarakat diimbau agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung. Radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara. Gunung Sinabung saat ini masih berstatus siaga atau level tiga.