Polisi menurunkan anjing pelacak untuk mengidentifikasi jejak pelaku pembunuhan satu keluarga seniman Anom Subekti di Rembang. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) pelaku beraksi lebih dari satu orang itu mengambil handphone milik korban Anom Subekti dan Tri Purwati.
"Informasi terbaru dua buah handphone milik pasangan suami istri hilang ikut dibawa pelaku. Muncul dugaan untuk menghilangkan jejak komunikasi dengan pelaku," kata Kapolres Rembang, AKBP Kurniawan Tandi Rongre, Jumat (5/2).
Dia menyebut saat ini, pihaknya lebih memperdalam dugaan motif dendam pribadi di balik peristiwa tersebut. Sebab, dari hasil pemeriksaan saksi ada yang mengetahui sebuah sepeda motor di depan rumah korban pada malam sebelum kejadian.
"Kita masih terus mencari bukti tambahan. Sedangkan temuan sidik jari lebih dari satu," jelasnya.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Bambang Sugito mengatakan saat ini sedang melakukan pencarian barang bukti dengan radius 200 Meter dari titik tempat kejadian perkara (TKP).
"Ini masih penyelidikan lanjutan, pencarian barang bukti di sekitar TKP. Pencarian diperluas 200 Meter kita sisir semua. Ada 44 personel yang terlibat pencarian,” kata Bambang Sugito saat dikonfirmasi.
Sebelumnya satu keluarga seniman Anom Subekti ditemukan meninggal dunia di Desa Turusgede, Rembang, Kamis (4/2) pukul 06.45 Wib. Empat korban meninggal dunia karena dianiaya oleh perampok.
Empat korban tersebut adalah pemilik rumah, yakni Anom Subekti kemudian istri korban Tri Purwati. Dua lainnya adalah anak korban yakni Fitri Syaidatina dan cucu pemilik rumah yakni Galuh Bintang Laras.