Vaksinasi Covid-19 jenis Sinovac untuk para tenaga kesehatan digelar secara massal guna menuntaskan target pemberian vaksin untuk seluruh tenaga kesehatan seluruh Kota Makassar di Gedung Olah Raga (GOR) Universitas Hasanuddin (Unhas) di Jalan Perintis Kemerdekaan, Senin (1/2). Vaksinasi massal tenaga kesehatan ini digelar di tengah isu tenaga kesehatan di Kota Makassar menolak atau enggan menjalani vaksinasi dengan alasan beragam.
Namun ini dibantah oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Agus Jaya Said. Menurut dia, para tenaga kesehatan itu batal disuntik vaksin lantaran belum memenuhi persyaratan.
"Selama ini tidak ada penolakan dari para nakes. Yang ada adalah tertolak karena hasil screeningnya tidak memenuhi syarat untuk divaksin," kata Agus.
Agus menjelaskan, vaksinasi massal kali ini adalah tahap kedua vaksinasi untuk penyuntikan dosis pertama bagi para tenaga kesehatan. Vaksinasi sebelumnya digelar di puskesmas-puskesmas yang ada di Makassar yang kala itu tercapai 3.000 tenaga kesehatan telah jalani vaksinasi.
"Nah vaksinasi massal di GOR Unhas ini rencananya berlangsung selama 3 hari, targetnya para nakes divaksinasi sebanyak 4.453 orang sesuai data yang diterima dari 33 unit fasilitas kesehatan yakni dari rumah sakit-rumah sakit dan balai-balai se Kota Makassar," terang Agus.
Jika 4 ribu lebih nakes itu semuanya mengikuti vaksinasi massal ini, tambah Agus, berarti keseluruhan nakes sudah disuntik vaksin ada 7 ribuan orang karena di tahap awal penyuntikan dosis pertama sudah disuntik vaksin 3 ribuan orang.
"Jika 7 ribuan nakes disuntik vaksin itu berarti sudah tercapai setengah dari 15 ribuan nakes se-Kota Makassar," ujar dia.
Sementara Kadis Kesehatan Provinsi Sulsel, DR Ichsan Mustari mengungkap, pelaksanaan vaksinasi massal kerjasama dengan Universitas Hasanuddin ini adalah upaya untuk mempercepat penyelesaian vaksinasi nakes di Makassar.
"Kita berharap vaksinasi nakes di Makassar ini bisa dituntaskan segera," tandas dia.