Tak banyak yang mengetahui keberadaan mereka. Bergerak di antara gedung tinggi Wisma Atlet Kemayoran yang kini difungsikan sebagai rumah sakit darurat penanganan Covid-19.
Berada di zona merah, tugas mereka tentu penuh risiko. Mereka dikenal sebagai Tim Dekon. Sendi (29), salah satu anggota Tim B Dekon. Setiap hari, Sendi mengenakan alat pelindung diri (APD) level 1.
Hari itu, dia terlihat sibuk menjemur sepatu boot. Milik tenaga medis yang bertugas di sana. "Ya kerjaan kita seperti ini, mulai jemur sepatu, faceshield, sampai buang limbah APD. Itu tugas kita Tim Dekon," ujar Sendi saat ditemui di Wisma Atlet, pekan lalu.
Advertisement
Dalam sehari, ada 350 pasang sepatu dan 700 faceshield yang dicuci dan dijemur. Sementara untuk APD seperti baju hazmat, masker, dan sarung tangan dibuang bersama limbah medis lainnya. Sebelum dibuang, dibungkus terlebih dulu dengan plastik sampah B3.
Tim Dekon merupakan petugas kesehatan lingkungan. Dibagi dalam lima tim. Setiap tim terdiri dari delapan orang. Masing-masing mengemban tugas sesuai surat perintah kerja yang disepakati.
"Petugas perempuan biasanya membungkus APD dan menjemur faceshield yang sudah dicuci. Untuk laki-laki, menjemur sepatu dan buang limbah APD," jelas pria asal Bandar Lampung itu.
Advertisement
Sendi telah bergabung sebagai relawan sejak Juni 2020. Meskipun risiko tertular Covid-19 tinggi, dia tetap bangga bisa mengambil peran dalam perang melawan Covid-19.
Dalam benaknya, selalu ada keinginan bertemu keluarga di Bandar Lampung. Terlebih, sang istri yang baru dinikahinya. Sendi harus menahan diri, demi tugas.
"Kadang rindu dengan keluarga di Bandar Lampung. Terakhir pulang itu November, terus belum pulang lagi. Semoga pandemi segera berakhir biar kita bisa kumpul dengan keluarga." harapannya.
Advertisement