Bertemu Rektor Terpilih USU, Gubernur Edy Rahmayadi Tak Bahas Dugaan Plagiat

Dia memaparkan, dalam pertemuan itu, Muryanto memperkenalkan diri sebagai rektor terpilih, namun belum dilantik. Pelantikan rencananya akan dilaksanakan pada 21 Januari mendatang.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
Bertemu Rektor Terpilih USU, Gubernur Edy Rahmayadi Tak Bahas Dugaan Plagiat
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi nyoblos di TPS 23 Pangkalan Masyhur. ©2020 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Gubernur Sumut Edy Rahyamadi bertemu dengan Muryanto Amin, rektor terpilih Universitas Sumatera Utara (USU). Mereka membahas perbaikan pendidikan ke depan, namun tidak menyinggung dugaan plagiat yang dituduhkan kepada Dekan FISIP itu.

'Waduh tidak masuk dalam yang gitu-gituan (dugaan plagiat). Gubernur kan Enggak tahu yang gitu-gituan," kata Edy seusai pertemuan di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman, Medan, Senin (4/1).

Dia memaparkan, dalam pertemuan itu, Muryanto memperkenalkan diri sebagai rektor terpilih, namun belum dilantik. Pelantikan rencananya akan dilaksanakan pada 21 Januari mendatang.

Mereka juga membahas masa depan USU. "Bagaimana tenaga pendidik, bagaimana didik, anak didik, bagaimana kurikulum, itu tadi yang dibicarakan, sehingga ke depan USU ini akan lebih baik dari sekarang-sekarang ini," jelas Edy.

Seperti diberitakan, tudingan plagiat ditujukan kepada Muryanto Amin setelah dia terpilih sebagai rektor. USU kemudian membentuk tim khusus untuk menelaah tudingan itu.

Berdasarkan keterangan ketua Tim Penelusuran Dugaan Plagiat yang Dilakukan oleh Dr Muryanto Amin, Jonner Hasugian, dugaan plagiat yang dituduhkan berupa self-plagiarism/autoplagiarism. Ada dugaan publikasi ganda karya ilmiah. Satu karya yang terbit dalam jurnal ber-Bahasa Indonesia diduga diterjemahkan ke Bahasa Inggris, lalu diterbitkan di 3 jurnal berbeda. Di dua jurnal terakhir juga tampil nama orang lain. Belum ada keterangan resmi terbaru dari USU mengenai kelanjutan kasus ini.

Muryanto terpilih Rektor USU periode 2021-2026. Sidang pemilihan dan penetapannya dilakukan Majelis Wali Amanat (MWA) USU di Kantor Kementerian Pendidikan (Gedung Pendidikan Tinggi), Jakarta, Kamis (3/12). Dalam pemilihan, Muryanto memperoleh 18 suara (57,75 %). Sementara pesaingnya, Farhat memperoleh 11 suara (35,75), dan Muhammad Arif hanya 2 suara (6,5).

Rekomendasi