60 Guru di Kabupaten Badung Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka Dievaluasi

Untuk guru di Kabupaten Badung ada sebanyak 6.248 mulai dari negeri hingga swasta. Sementara, guru yang telah diswab sekitar 2.600 lebih

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
60 Guru di Kabupaten Badung Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka Dievaluasi
Ilustrasi ujian sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki

Pelaksana Tugas (Plt) Kadisdikpora Badung, I Made Mandi membenarkan bahwa ada 60 guru yang positif Covid-19 setelah menjalani tes swab beberapa hari yang lalu.

"Iya, memang 60 orang itu data yang lengkap ada di Dinas Kesehatan karena beliau yang melakukan swab. Tapi kami dikonfirmasi memang benar sampai saat ini 60 orang yang memang sudah (positif)," kata Mandi saat dihubungi, Senin (21/12).

Puluhan guru itu ditemukan positif Covid-19, setelah pihaknya meminta Dinas Kesehatan untuk melakukan tes swab terhadap para guru di Kabupaten Badung menjelang penerapan pembelajaran tatap muka pada Januari 2021 dan hingga saat ini tercatat sudah ada 60 guru yang hasil swabnya positif Covid-19.

"Mengingat akan tatap muka awal Bulan Februari, kami minta duluan (untuk tes swab). Kami, minta jadwal dimajukan guru-guru pegawai yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan. Sudah dilakukan dari awal, yang sudah diswab sekitar 2000 (guru) lebih. Itu, ditemukan 60 orang positif, itu (kata) Kadinskes kami konfirmasi, iya memang benar seperti itu yang disampaikan oleh Kadinkes," ujarnya.

Ia juga menyebutkan, bahwa untuk guru di Kabupaten Badung ada sebanyak 6.248 mulai dari negeri hingga swasta. Sementara, guru yang telah diswab sekitar 2.600 lebih. "Tapi yang baru diswab belum seluruhnya," jelasnya.

Ia juga menyampaikan, maka untuk kedepannya dengan adanya puluhan guru yang positif Covid-19. Pihaknya, akan melakukan evaluasi mengenai sekolah tatap muka.

"Kami, masih dalam tahap evaluasi sudah memverifikasi kesiapan sekolah. Itu, kita akan kami kombinasi daripada data swab, data kondisi kesiapan sekolah. Kemudian, tentu minta izin kepada Bapak Bupati apakah nanti dibuka keseluruhan atau dibuka bertahap sesuai dengan SKB 4 menteri. Nanti, bergantung hasil evaluasi yang kita laporkan kepada pimpinan dan menunggu keputusan pimpinan setelah itu," ujar Mandi.

Rekomendasi