PKS Pertanyakan Proyektil Peluru Jika Ada Baku Tembak Polisi vs Pengikut Rizieq

Bukhori mengusulkan pemerintah membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) yang dipimpin oleh Komnas HAM beserta sejumlah pihak independen yang kompeten dan netral untuk melihat masalah ini.

Rita
Oleh Rita - Reporter
PKS Pertanyakan Proyektil Peluru Jika Ada Baku Tembak Polisi vs Pengikut Rizieq
Ilustrasi garis polisi. ©2013 Merdeka.com

Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran, menyebut enam orang diduga pengikut pimpinan FPI, Rizieq Syihab, tewas setelah terlibat bentrok dengan polisi di Tol Cikampek pada Senin dini hari kemarin. Tindakan kepolisian mendapat kritikan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ketua DPP PKS, Bukhori Yusuf, menilai tindakan itu gegabah. "Saya sangat menyesalkan tindakan oknum yang sangat gegabah dalam melakukan penindakan tersebut sehingga mengakibatkan hilangnya 6 nyawa manusia sekaligus," kritik Bukhori di Jakarta, Selasa (8/12).

Dia juga menyoroti sejumlah kejanggalan dalam insiden tersebut. Misalnya, lokasi TKP tewasnya keenam anggota FPI yang tidak teridentifikasi dengan jelas, bukti proyektil peluru yang bersarang di mobil petugas jika benar terjadi baku tembak, hingga intelijen yang seolah kecolongan.

"Ada missing link dalam narasi yang disampaikan oleh Polri sehingga ruang yang tidak utuh tersebut justru menimbulkan skeptisisme bagi publik," ucapnya.

Bukhori mengusulkan pemerintah membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) yang dipimpin oleh Komnas HAM beserta sejumlah pihak independen yang kompeten dan netral untuk melihat masalah ini.

"Kita perlu mengungkap dalang di balik semua ini dan meminta penegakan hukum terhadap pelaku dilakukan seadil-adilnya. Pahitnya, apabila hukum di dunia ternyata tidak mampu meringkus para pelaku, hukum akhiratlah yang kelak mengadili mereka dengan kadar yang jauh lebih berat," tandasnya.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran menjelaskan, anggota bertemu dengan kendaraan yang ditumpangi pengikut Rizieq Shihab di ruas Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 50 pada pukul 00.30 WIB dini hari tadi, Senin (7/12).

Kendaraan petugas itu pun dipepet dan diserang. Baku tembak pun tak terhindarkan. Fadil Imran menyebut, ada 10 orang yang diduga pengikut Rizieq Syihab di dalam mobil. Enam orang di antaranya tewas.

"Kemudian diserang dengan menggunakan senjata api dan sajam. Anggota yang terancam keselamatan jiwanya karena diserang kemudian melakukan tegas dan terukur sehingga terhadap kelompok yang diduga pengikut MRS yang berjumlah 10 orang itu ada enam yang meninggal dunia," papar dia.

Fadil Imran menambahkan, empat orang lain berhasil melarikan diri. "Untuk yang melarikan diri ada empat orang," ujar dia.

Sebelumnya, Fadil Imran menjelaskan, anggota yang bertugas itu sedang menyelidiki terkait dugaan adanya pengerahan massa pada saat pemeriksaan Rizieq Shihab di Polda Metro Jaya.

"Berawal dari informasi bahwa akan terjadi pengerahan massa pada saat saudara MRS dilakukan pemeriksaan di Polda Metro Jaya, dari berbagai sumber termasuk rekan-rekan media mungkin mendapatkan berita melalui WAG, bahwa akan ada pengerahan kelompok massa untuk mengawal pemeriksaan MRS di Polda Metro Jaya. Terkait itu kami melakukan penyelidikan kebenaran info itu," ucap dia.

Penjelasan FPI

Sementara itu Tim Kuasa Hukum Rizieq, Aziz Yanuar memberikan keterangan berbeda. Dia menyebut ada peristiwa pengadangan terhadap rombongan Rizieq. Dia menyebut enam laskar pengawal Rizeq diculik.

"Bahwa semalam IB (Imam Besar) dengan keluarga termasuk cucu yang masih balita, menuju tempat acara pengajian subuh keluarga, sambil memulihkan kondisi. Sekali lagi ini pengajian subuh internal khusus keluarga inti," kata Aziz.

Aziz melanjutkan, dalam perjalanan menuju lokasi pengajian subuh keluarga tersebut, rombongan diadang oleh preman atau orang tak dikenal.

"Para preman OTK yg bertugas operasi tersebut mengadang dan mengeluarkan tembakan kepada laskar pengawal keluarga. Hingga saat ini para pengadang berhasil melakukan penembakan dan 1 mobil berisi 6 orang laskar masih hilang diculik oleh para preman OTK bertugas operasi," katanya.

Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Lipuran6.com

Halaman
Rekomendasi