Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono menyampaikan, generasi muda memerlukan wawasan kebangsaan mendalam demi menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia. Jangan sampai warisan para ulama nasionalis dihapuskan oleh kemunculan ideologi baru yang dipaksakan.
"Kita telah terwarisi dan saat ini para pemuda, generasi kita, prinsip-prinsip nilai-nilai fundamental yang harus kita pegang teguh dalam kehidupan kita berbangsa bernegara yaitu Pancasila. Pancasila lahir dari kesepakatan terutama para ulama nasionalis, yang lahir dari pemikiran Bung Karno," kata Hendropriyono dalam forum webinar, Minggu (6/12).
"Itu warisan. Yang berubah adalah bagaimana implementasi dari warisan itu. Warisan kan tidak mungkin kita rusak atau ubah-ubah. Kalau kita ubah-ubah asal itu untuk kemaslahatan, bukan dihancurkan," lanjutnya.
Menurut Hendropriyono, tantangan dan ancaman yang mengganggu persatuan kesatuan bangsa saat ini adalah pemikiran yang berorientasi dalam penghapusan ideologi negara Indonesia.
"Dengan keadaan yang berkembang saat ini, dari masa ke masa memang mungkin patut membuat kesepakatan-kesepakatan baru, tapi strategi saja, bukan ideologi yang sejak dulu dirumuskan ulama-ulama terdahulu. Jadi tujuan kita mengembalikan miss-orientasi dari masyarakat kita supaya kembali pada prinsip para pendahulu kita," jelas dia.
Terlebih di masa sekarang dengan segala kecanggihan teknologi dan internet, para pengguna sosial media hingga influencer harus sadar pentingnya wawasan kebangsaan. Sebab kini, satu orang saja pun dapat mempengaruhi kelompok besar masyarakat.
"Zaman dulu perlu banyak orang, tapi sekarang ini netizen satu orang saja bisa mempengaruhi pikiran banyak orang. Kadang-kadang satu orang pikirannya ngaco-ngaco tapi pada ikut. Nah dia lah ini harusnya berwawasan kebangsaan, sehingga bersama-sama memikirkan strategi bagaimana kita menggunakan warisan ulama nasionalis ini. Bukan diubah," ujar Hendropriyono.
"Ini kaum netizen harus sadar, jangan sampai kita lumat seperti Libya dan Suriah. Itu bisa saja terjadi, namun kita tidak bisa ramalkan kapan terjadinya. Sekarang ini kita harus sadar untuk mencegahnya. Gunakan prinsip-prinsip dasar ulama-ulama nasionalis," tandasnya.
Reporter: Nanda Perdana (Liputan6)