KPU menggelar debat publik pemilihan Wali Kota dan Wakil Tangerang Selatan. Tiga pasangan calon beradu visi dan misi untuk memajukan Tangerang Selatan. Mulai dari penguatan birokrasi, permasalahan keadilan sosial hingga infrastruktur untuk penyandang disabilitas dipaparkan dalam debat.
Pasangan calon nomor urut 1 Muhamad menegaskan, kehadirannya untuk mewujudkan masyarakat Tangerang Selatan yang damai, aman dan berkeadilan.
"Kami ingin mewujudkan Tangsel Untuk Semua. Yakni, TANGSEL, T untuk Transparan; A adalah Akuntabel; N maksudnya Nyata pengabdian dan kerjanya; dan G adalah Gotong royong, yang tujuannya adalah untuk terwujudnya S yaitu Sejahtera warganya. E itu Elok Kotanya, dan L adalah Luhur Budinya. Kami Pasangan TANGSEL," katanya, Kamis (3/12).
Sementara pendamping Muhamad, Rahayu Saraswati menambahkan, keberagaman di Tangerang Selatan masih rentan terhadap kesenjangan. Salah satu contohnya adalah fasilitas bagi para penyandang disabilitas.
"Keadilan sosial harus hadir di Tangsel, pembangunan harus merata, akses pendidikan harus dihadirkan untuk semua, infrastruktur ramah terhadap disabilitas. Kita turunkan kesenjangan maka, Tangsel akan aman dan damai," jelasnya.
Untuk pasangan calon nomor urut 2, Siti Nur Azizah Ruhama Ben menegaskan, keadilan, kedamaian hanya akan bisa dicapai ketika ada pemerataan kesejahteraan.
"Bicara keamanan dan kedamaian itu muncul dengan sendirinya ketika semua maju dan sejahtera. Tidak ada yang boleh korupsi yang turun menurun sementara rakyat miskin turun menurun," ujarnya.
Pendamping Siti, Ruhama Ben menerangkan, langkah awal mewujudkan Kota Tangerang Selatan yang aman, damai dan berkeadilan membutuhkan pemimpin daerah yang fokus terhadap kepentingan masyarakat.
"Langkah awal mewujudkan Tangsel, adalah melakukan reformasi birokrasi. Dengan menghadirkan pemimpin yang berfokus pada kepentingan publik. Atau publik fokus mulai dari kepala daerah sampai tukang sapu," terangnya.
Terakhir, pasangan calon nomor urut 3, Benyamin Davnie mengingatkan mengenai banyaknya jumlah penduduk Tangerang Selatan. Dan dia berkomitmen ingin menjadikan Tangerang Selatan, kota yang ramah bagi semua golongan.
"Kalau ingin melihat Indonesia dalam skala kecil lihatlah Tangsel, laju penduduk kita di Tangsel mencapai 3,4 persen, artinya dalam 10 tahun ke depan Tangsel, alan memiliki 3 juta penduduk, kedua keberagaman, Tangsel, sejak zaman dulu sangat ramah bagi semua golongan" ucapnya.
Sementara pendamping Benyamin, Pilar Saga Ichsan menegaskan, akan melakukan peningkatan kapasitas birokrasi yang efektif dan efisien.
"Mendorong pemanfaatan teknologi yang bisa dimanfaatkan aparatur penegak hukum, membangun infrastruktur yang terkoneksi untuk membangun keberagaman dan konektivitas," tutupnya.