Jokowi: Kelembagaan Gemuk, Tumpang Tindih & Tak Efisien Segera Diintegrasikan

Jokowi menjelaskan standar operasional prosedur (SOP) yang panjang dan kaku juga harus diringkas. Serta harus berorientasi pada hasil.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Jokowi: Kelembagaan Gemuk, Tumpang Tindih & Tak Efisien Segera Diintegrasikan
Jokowi berbicara di WEF Special Virtual on Indonesia. ©Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta aparatur sipil negara (ASN) proses reformasi birokrasi segera dilakukan. Menurut Jokowi, pandemi Covid-19 menjadi momentum mengubah dari channel normal ke channel ekstra normal.

"Di era pandemi ini adalah momentum sebagian besar birokrasi harus bekerja dari rumah, work from home, mempercepat transformasi digital, menjadikan aparat birokrasi lebih adaptif dan lebih terampil memanfaatkan teknologi dengan mengedepankan inovasi dan kreativitas," kata Jokowi saat memberikan sambutan di acara Puncak Peringatan HUT ke-49 KORPRI, Minggu (29/11).

Reformasi struktural, kata Jokowi, tidak bisa ditunda-tunda. Regulasi yang menghambat harus dipangkas dan disederhanakan.

"Kelembagaan pemerintahan yang gemuk tumpang tindih dan tidak efisien harus segera diintegrasikan. Jenjang eselonisasi yang panjang harus dipangkas untuk mempercepat pengambilan keputusan," ungkap Jokowi.

Dia juga menjelaskan standar operasional prosedur (SOP) yang panjang dan kaku juga harus diringkas. Serta harus berorientasi pada hasil.

"Konsekuensinya, kompetensi SDM aparatur sipil negara harus menyesuaikan, mindsetnya harus goal oriented, berorientasi hasil, adaptif dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, memberikan kesempatan kepada yang trampil dan ahli walaupun masih junior untuk tampil di depan," jelas Jokowi.

Rekomendasi