Sekolah Tatap Muka akan Dimulai, DPR Desak Pemerintah Fasilitasi Protokol Kesehatan

Pemerintah berencana membuka sekolah tatap muka di semua wilayah pada bulan Januari 2021. Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah menyiapkan fasilitas protokol kesehatan di sekolah dan guru ekstra hati-hati mengawasi murid.

Muhammad Genantan Saputra
Sekolah Tatap Muka akan Dimulai, DPR Desak Pemerintah Fasilitasi Protokol Kesehatan
Pemeriksaan Kesehatan Siswa SDN. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki

Pemerintah berencana membuka sekolah tatap muka di semua wilayah pada bulan Januari 2021. Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah menyiapkan fasilitas protokol kesehatan di sekolah dan guru ekstra hati-hati mengawasi murid.

"Kita minta kepada pemerintah untuk benar-benar menyiapkan fasilitas yang ada di sekolah-sekolah, yang memenuhi standar protokol Covid-19 dan juga kepada guru untuk ekstra hati-hati memperhatikan murid-muridnya dalam belajar serta dalam mengatasi pandemi Covid-19 supaya tidak menjadi klaster baru di sekolah-sekolah," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/11).

Dasco pun disinggung apakah siswa harus divaksin dulu baru bisa sekolah tatap muka. Dia mengatakan, masalah pengaktifan pendidikan dan vaksinasi adalah dua kegiatan berbeda, tetapi bisa saling mendukung.

"Kalau untuk vaksinasi kita memang perlu mengkaji lebih dalam dan sangat bisa berhati-hati terhadap ujicoba klinis yang ada karena terhadap vaksin ini tidak sesederhana kita memulai sekolah langsung, sekolah cukup dengan protokol Covid-19 tapi vaksinasi ini harus lebih menjalani tahapan-tahapan yang sangat cermat," tuturnya.

Ketua harian partai Gerindra ini menilai wajar, bila dibukanya sekolah di masa pandemi Covid menuai pro kontra. Dasco akan melihat grafik virus corona satu bulan ke depan.

Dasco juga menilai bahwa sektor pendidikan termasuk paling berat terdampak dalam pandemi Covid-19. Maka, harus dijaga kualitas pendidikan anak dan kuantitasnya.

"Ini masih merupakan dinamika bagi sebagian masyarakat, ada yang setuju dan ada juga yang masih kurang setuju karena melihat grafik pada saat ini. Nanti kita belum tahu 1 bulan ke depan sampai dengan akhir tahun bagaimana grafiknya di Indonesia," tandasnya.

Rekomendasi