Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan kembali memberikan penganugrahan gelar pahlawan nasional hingga Bintang Mahaputera pada 10 da 11 November 2020. Salah satu nama yang diberikan penghargaan Bintang Mahaputera yaitu mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.
"Presiden akan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional (PN) dan Bintang Mahaputera (BM). Yang dapat gelar Pahlawan Nasional, antara lain, SM Amin dan Soekanto dan yang dapat Bintang Mahaputera antara lain, Gatot Nurmantyo dan Arief Hidayat," kata Menko Polhukam Mahfud MD dalam akun twitternya dikutip merdeka.com, Selasa (3/11).
Dia menjelaskan tidak hanya Gatot yang akan diberikan penghargaan. Melainkan seluruh mantan panglima hingga mantan menteri akan diberikan penganugrahan.
"Ya, semua mantan panglima dan semua mantan menteri serta Pimpinan Lembaga Negara yang selesai satu periode juga dapat BM. Itu harus diberikan tanpa pandang bulu," ungkap Mahfud.
Sebelumnya diketahui pada 2019, Presiden Joko Widodo atau Jokowi juga memberikan gelar pahlawan nasional kepada enam tokoh. Adapun enam orang itu adalah hasil seleksi dari 20 nama yang disodorkan oleh Kementerian Sosial.
"Kita akhirnya sampai pada kesimpulan tahun ini enam saja. Jadi enam dari dua puluh yang diajukan," kata Wakil Ketua Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Negara Jimly Asshiddiqie saat dikonfirmasi, Jumat (8/11/2019).
Menurut dia, tiga dari enam tokoh yang akan mendapat gelar pahlawan nasional adalah anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Selain itu, ada pula jurnalis wanita serta tokoh dokter yang berjasa di dunia pendidikan.
"Tiga anggota BPUPKI/PPKI yang tersisa yang ketinggalan belum dapat anugerah selama ini. Satu tokoh perempuan jurnalis dan pendidikan," jelasnya.
"Satu sultan dari provinsi yang belum ada pahlawan, sebagai satu-satunya penentang Belanda di kesultanan daerahnya. Satu lagi tokoh dokter yang sangat berjasa di dunia pendidikan," jelasnya.