Terduga Pengeroyok Sopir Taksi Online di Palembang Bekas Suami Siri Penumpang

Ardita mengaku AG memukuli saat menginap di salah satu penginapan di Ogan Ilir, Senin (19/10). Dia mengalami luka memar di paha, kaki dan tangan.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Terduga Pengeroyok Sopir Taksi Online di Palembang Bekas Suami Siri Penumpang
Ilustrasi Pengeroyokan. ©2015 Merdeka.com

Kasus pengeroyokan yang dialami sopir taksi online, Indra (40), mulai terungkap. Hal ini berdasarkan pengakuan seorang wanita yang merupakan penumpang korban saat kejadian.

Ardita Astri Utama (20) datang ke Mapolrestabes Palembang untuk dimintai keterangan. Dia juga sekaligus melaporkan mantan suami sirinya, AG (24) yang menganiayanya dua hari lalu.

Ardita mengaku AG memukuli saat menginap di salah satu penginapan di Ogan Ilir, Senin (19/10). Dia mengalami luka memar di paha, kaki dan tangan.

"AG memaksa saya bertemu di penginapan. Di situ saya dipukuli," ungkap Ardita, Rabu (21/10).

Dia mengungkapkan, kekerasan itu karena terlapor tak terima ajakan rujuk dan ditolak. Terlapor kerap mengintimidasinya hingga membuntuti kemana pun ia pergi.

"Nah, tadi malam dia buntuti saya waktu naik taksi online. Dia yang memukuli sopir taksi online sama teman-temannya," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Indra mengalami luka di kepala karena menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang tak dikenal. Tragisnya, kejadian itu berlangsung di halaman Mapolrestabes Palembang.

Kejadiannya berawal saat korban mendapat orderan menjemput seorang wanita di Lorong Aman 1, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, Rabu (21/10) dini hari. Dalam aplikasi wanita itu diminta diantar ke RD 2 Cafe di Jalan Kolonel H Barlian, KM9, Palembang.

Dalam perjalanan, wanita itu meminta mampir terlebih dahulu di Lorong Yaktepena 1 yang tak jauh dari titik jemput. Setiba di depan lorong, korban melihat sekelompok orang yang diperkirakan sepuluh orang menggunakan sepeda motor di depannya.

Lalu, orang-orang tersebut mengikutinya dan berusaha menghentikan laju mobil. Takut terjadi apa-apa, korban memilih menabrak salah satu motor dan langsung kabur.

Para pelaku mengejarnya sehingga korban memilih masuk ke halaman Mapolrestabes Palembang dengan tujuan meminta pertolongan. Namun kawanan itu justru ikut masuk ke halaman kantor polisi dan langsung mengeroyok korban.

Polisi yang tengah berjaga di pos masuk melerai namun para pelaku keburu melarikan diri. Korban mengalami luka di kepala sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk perawatan.

Korban mengaku tak terima dikeroyok para pelaku yang membuatnya terluka dan mobilnya rusak. Dia tidak mengenali para pelaku karena hanya menerima orderan.

"Saya dipukuli walaupun sudah masuk sini. Saya minta mereka ditangkap," ungkap Indra saat melapor ke SPKT Polrestabes Palembang, Rabu (21/10).

Korban menyebut nyawanya bisa saja terancam jika tidak masuk ke kantor polisi. Namun dirinya tidak menduga kawanan itu masih mengejar lalu mengeroyoknya begitu keluar dari mobil.

"Untung polisi yang jaga menyelamatkan saya, tapi mereka (para pelaku) melarikan diri," ujarnya.

Kasubag Humas Polrestabes Palembang AKP Irene mengatakan, laporan sudah dilimpahkan ke penyidik Satreskrim untuk proses lebih lanjut. Saksi yakni penumpang wanita tengah dimintai keterangan.

"Mudah-mudahan para pelaku dapat ditangkap secepatnya. Motifnya belum tahu karena korban tak mengenali pelapor," pungkasnya.

Rekomendasi