Warga Berkerumun dan Berebut Gunungan Kirab Pedagang Pasar Klewer

Ratusan pedagang Pasar Klewer timur menggelar kirab perpindahan dari pasar darurat di Alun-alun utara Keraton Surakarta menuju ke pasar yang baru selesai dibangun. Dua gunungan dan dua bakul pakaian diarak dalam kirab tersebut.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Warga Berkerumun dan Berebut Gunungan Kirab Pedagang Pasar Klewer
Warga berebut gunungan kirab pedagang pasar klewer. ©2020 Merdeka.com

Ratusan pedagang Pasar Klewer timur menggelar kirab perpindahan dari pasar darurat di Alun-alun utara Keraton Surakarta menuju ke pasar yang baru selesai dibangun. Dua gunungan dan dua bakul pakaian diarak dalam kirab tersebut.

Sesampai di lokasi pasar, kedua gunungan menjadi rebutan warga. Gunungan pertama dibawa ke lantai atas pasar, sedangkan gunungan satunya di depan pintu masuk pasar. Meski pada awalnya dibagikan, gunungan yang berisi aneka pakaian tersebut menjadi rebutan para pedagang. Kondisi tersebut menimbulkan kerumunan massa yang rawan terhadap penularan Covid-19.

"Gunungan ini memang kita arahkan dua lokasi. Yang atas untuk karyawan dan pekerja proyek yang membangun pasar dan yang dibawah untuk umum termasuk para pedagang. Sebetulnya sudah ada petugas yang memantau, saya saya tadi mantau dari dalam," ujar Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Klewer Timur, Sutarso kepada wartawan, Jumat (16/10).

Menurut dia, panitia sudah mengatur sedemikian rupa agar tidak terjadi kerumunan. Termasuk penerapan protokol kesehatan yang ketat. Di antaranya pakai masker, menjaga jarak dan membawa hand sanitizer atau cuci tangan. Namun pihaknya tidak bisa melakukan pengawasan secara dekat.

"Kita sudah minta agar tidak berkerumun. Itu tadi yang berkerumun juga para pedagang kita. Setiap hari kita bersama, jadi walaupun kerumunan, kita sudah sering bersama. Ya semoga tidak terjadi apa-apa," katanya.

Sutarso menambahkan, mulai hari ini para pedagang akan memindahkan barang dagangannya dari pasar darurat ke pasar yang baru. Namun pihaknya membagi dua sesi untuk para pedagang, agar tidak menimbulkan kerumunan dan kecelakaan di dalam pasar. Selain hari ini, separuh pedagang lainnya diberikan waktu pada hari Sabtu besok. Sehingga pada Senin mendatang selalu bedakan sudah bisa beroperasi.

Sebelumnya, sebanyak 526 pedagang batik dan pakaian boyongan ke Pasar Klewer Timur, Jumat (16/10). Perpindahan dari pasar darurat di Alun-alun utara ke pasar yang baru itu dikemas dalam kirab budaya Jawa. Dua buah gunungan berbahan pakaian diarak dalam acara tersebut.

"Gunungan ini sebagai rasa syukur kami karena pembangunan pasar selama 3 tahun ini sudah selesai. Kunci kios sudah kita terima, kita akan mulai buka Senin depan," ujar Sutarso.

Rekomendasi