37 Remaja di Depok Diamankan saat Mau Demo UU Cipta Kerja, 1 Reaktif Covid-19

“Ada satu yang reaktif. Bahaya, mereka ikut aksi yang mereka tidak tahu maksudnya, tapi berpotensi menyebar Covid-19 di antara mereka,” tegas dia.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
37 Remaja di Depok Diamankan saat Mau Demo UU Cipta Kerja, 1 Reaktif Covid-19
Puluhan pelajar hendak ikut demo digagalkan Polsek Sukmajaya. ©2020 Merdeka.com/Nur Fauziah

Polsek Sukmajaya mengamankan puluhan pelajar yang hendak menuju Jakarta dan bergabung bersama pendemo UU Cipta Kerja. Mereka adalah remaja usia pelajar yang hanya ikut-ikutan saja tanpa tahu apa yang akan disuarakan. Setidaknya ada 37 remaja yang diamankan ketika melintas di Jalan Raya Bogor- Jakarta menggunakan truk.

“Kita mengamankan beberapa anak usia pelajar, karena umurnya masih umur pelajar namun sebagian sudah tidak bersekolah. Sangat memperihatinkan, mereka sekolah yang melalui daring tapi dia pamit ternyata mau ikut aksi ke Jakarta dan enggak ngerti juga mereka memperjuangkan apa, menyampaikan aspirasi apa pun mereka tidak tahu. Mereka hanya melihat ramai-ramai di tv lalu mau ikut aksi,” kata Kapolrestro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah, Selasa (13/10).

Dari puluhan remaja itu, terdiri dari laki-laki dan perempuan. Kemudian mereka pun didata dan dilakukan rapid test. Hasilnya, satu remaja dinyatakan reaktif Covid-19.

“Ada satu yang reaktif. Bahaya, mereka ikut aksi yang mereka tidak tahu maksudnya, tapi berpotensi menyebar Covid-19 di antara mereka,” tegas dia.

Selanjutnya, polisi melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, dinas kesehatan dan orang tua remaja tersebut. Remaja yang dinyatakan reaktif itu pun kini sudah dipisahkan dari temannya yang lain.

"Kita monitoring dan titip ke sekolah, ke orang kesehatan setempat, dan orangtuanya utamanya yang saat ini kontak erat dengan yang reaktif,” paparnya.

Ketika ditanya tujuan hendak ke Jakarta dan ikut bersama pendemo pun mereka tidak tahu. Mereka hanya ikut-ikutan saja ketik ada yang mengajak melalui media sosial.

"Ada yang media sosial, ada yang whatsapp saja. Mereka tahu dari media elektornik ada berita-berita ramai-ramai dan ditanya tujuannya satu, ikut aksi," tambahnya.

Puluhan remaja itu kemudian dibawa ke Polsek Sukmajaya. Dari puluhan remaja itu, ada juga remaja putri yang terjaring. "Ini ada fenomena lagi, yang biasanya anak laki-laki, ini juga ada perempuan juga ikut, bahkan ada yang masih sekolah tapi ada yang usia pelajar tapi tidak sekolah. Sangat memperihatinkan,” tutupnya.

Rekomendasi