Telan APBN Rp 48 Miliar, Ini Perkembangan Pembangunan Pasar Klewer Solo

Pembangunan Pasar Klewer Timur, Solo yang menelan APBN 2020 senilai Rp48 miliar hampir rampung. Dinas Perdagangan (Disdag) Solo segera mengumpulkan pedagang yang saat ini masih menempati pasar darurat di alun-alun utara Keraton Kasunanan Surakarta.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Telan APBN Rp 48 Miliar, Ini Perkembangan Pembangunan Pasar Klewer Solo
Pembangunan Pasar Klewer Solo. ©2020 Merdeka.com

Pembangunan Pasar Klewer Timur, Solo yang menelan APBN 2020 senilai Rp48 miliar hampir rampung. Dinas Perdagangan (Disdag) Solo segera mengumpulkan pedagang yang saat ini masih menempati pasar darurat di alun-alun utara Keraton Kasunanan Surakarta.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Heru Sunardi mengatakan, pengumpulan para pedagang tersebut, berkaitan dengan penempatan para pedagang di lokasi pasar yang baru.

"Pembangunan Pasar Klewer oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah hampir selesai. Kami secepatnya akan mengumpulkan pedagang untuk teknis pembagian kios dan lain sebagainya," ujar Heru, Rabu (7/10).

Berdasarkan dari laporan kontraktor pembangunan Pasar Klewer, lanjut Heru, proyek tinggal menyelesaikan tahap akhir. Pihaknya segera menyampaikan hasil pembangunan ini pada pedagang.

"Pembangunan Pasar Klewer ini memang kami targetkan selesai awal Oktober atau sesuai perjanjian kontrak kerja," terangnya.

Menurut dia, total ada 524 pedagang Pasar Klewer sisi timur yang akan menempati pasar baru ini. Penempatan kios pasar dilakukan seperti dulu sebelum dilakukan revitalisasi. Ia berharap, pedagang tidak perlu khawatir tidak akan mendapatkan kios. Apalagi untuk pedagang yang memiliki SHP (Surat Hak Penempatan)," katanya.

Heru menerangkan, total anggaran pembangunan Pasar Klewer Timur sebesar Rp48 miliar dari APBN 2020 dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Bangunan pasar seluas 10.987 m2 tersebut dibangun di atas lahan seluas 12.950 m2.

Rekomendasi