Survei Indikator: Kinerja Pemerintah Pusat di Bawah Daerah Dalam Menangani Covid-19

Kalangan elite menilai kinerja pemerintah daerah lebih baik dibanding pemerintah pusat dalam penanganan Covid-19. Hal itu berdasarkan survei elite Indikator Politik Indonesia yang dilakukan bulan Juli 2020.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Survei Indikator: Kinerja Pemerintah Pusat di Bawah Daerah Dalam Menangani Covid-19
Corona. Unsplash ©2020 Merdeka.com

Kalangan elite menilai kinerja pemerintah daerah lebih baik dibanding pemerintah pusat dalam penanganan Covid-19. Hal itu berdasarkan survei elite Indikator Politik Indonesia yang dilakukan bulan Juli 2020.

Pada survei pemuka opini itu, hanya sebanyak 36,8 persen yang menilai kinerja pemerintah pusat baik. Sebanyak 34,9 menilai buruk, dan 28 persen menilai biasa saja.

Sementara, untuk penilaian kepada pemerintah provinsi sebanyak 49,1 persen menilai baik. 24,7 persen menilai biasa saja, serta 25,7 persen menilai buruk.

"Kinerja pemerintah pusat lebih di bawah dibanding pemerintah provinsi menurut elite," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat rilis survei secara daring, Kamis (20/8).

Burhanuddin membandingkan hasil survei elite dengan survei publik beberapa waktu lalu. Hasilnya, penilaian kinerja kepada pemerintah berbeda. Publik lebih menilai tinggi pemerintah pusat di angka 51,5 persen.

"Penilaian elite lebih kritis terhadap pemerintah pusat dibanding umum," kata dia.

Hal sama terjadi dengan tingkat kepercayaan elite kepada Presiden Joko Widodo dan Menkes Terawan dalam menangani pandemi. Meski kepercayaan kepada Presiden masih tetap di atas 50 persen.

Elite yang disurvei memiliki tingkat kepercayaan kepada Presiden Jokowi mencapai 57,6 persen. Lebih rendah dibanding penilaian umum yang mencapai 60,9 persen.

Namun, tetap tingkat kepercayaan kepada Presiden Jokowi lebih tinggi dibanding Menkes Terawan. Kepercayaan elite kepada Terawan hanya 37,2 persen.

"Elite yang percaya kepada menkes relatif jauh lebih rendah dibanding percaya kepada presiden," kata Burhanuddin.

Survei ini mengambil responden 304 orang dari 20 kota di Indonesia. Mereka berlatar belakang akademisi, redaktur politik dan kesehatan media, pengusaha, pengamat kesehatan, sosial, dan politik, tokoh organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, LSM, dan organisasi profesi. Beberapa tokoh misalnya Rektor ITB, Rektor UGM,Dahlan Iskan, Imam Besar Masjid Istiqlal, Dokter Erlina Burhan, dan lain-lain.

Rekomendasi