Calon Akpol di Kepri Gugur Usai Dinyatakan Positif Covid-19

Kabid Humas Polda Kepulauan Riau, Kombes Harry Goldenhart membenarkan hal itu. Dia mengatakan, calon Taruna Akpol di wilayahnya yang tak bisa masuk karena positif Corona.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Calon Akpol di Kepri Gugur Usai Dinyatakan Positif Covid-19
Ilustrasi corona. ©2020 Merdeka.com/shutterstock

Unggahan akun Twitter @siap_abangjagoo tengah ramai menjadi bahan perbincangan. Akun tersebut menceritakan gugurnya seorang Calon Taruna (catar) setelah dinyatakan positif virus Corona atau Covid-19 atas hasil pemeriksaan swab.

Belum diketahui siapa nama calon taruna Akpol dengan peringkat satu tingkat provinsi Kepulauan Riau tersebut. Namun, ia dinyatakan gugur karena hasil pemeriksaan di RS Bhayangkara setempat menyatakan positif.

Kabid Humas Polda Kepulauan Riau, Kombes Harry Goldenhart membenarkan hal itu. Dia mengatakan, calon Taruna Akpol di wilayahnya yang tak bisa masuk karena positif Corona.

"Memang betul ada petunjuk dari Mabes. Sudah ada aturan bagi mereka yang hendak tes masuk pusat (Akpol) itu harus dilakukan tes swab. Apabila dinyatakan positif dia tak diberangkatkan," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (6/8).

Dia menambahkan, bukan hanya Akpol yang tak diberangkatkan. Namun, dalam hal ini Harry tak mengetahui jumlah pastinya.

"Ada dari Tamtama juga tak diberangkatkan. Karena hasilnya itu (positif). Mereka sebelum berangkat wajib tes swab yang dilakukan lembaga ditunjuk Kementerian Kesehatan," ujarnya.

Dalam akun itu, pemuda yang dinyatakan tak lulus mengaku kalau sudah periksa dan dinyatakan negatif. Namun, Harry menegaskan, pihaknya mendapatkan hasil yang resmi.

"Hasil yang resmi dikeluarkan dari Kementerian Kesehatan. Kan yang resmi itu. Kalau ada lembaga lain yang bukan ditunjuk dari Kementerian Kesehatan ya nggak bisa," tegasnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan kepada calon Taruna, Bintara atau Tamtama yang gagal masuk karena Covid-19, agar tak berkecil hati. Sebab, ada kesempatan bagi mereka untuk lulus tes dikemudian hari.

"Berjiwa besar. Karena kita semua mengikuti aturan. Sementara orang yang positif saja dikarantina. Kalau memang positif yang terima itu dan lakukan protokol Covid," pungkas Harry.

Rekomendasi