Eks Ketua KY Minta Pancasila Jangan Diutak-atik: Sudah Selesai 18 Agustus 1945

Menurutnya, ideologi negara telah dirampungkan oleh para founding father dan tidak bisa ditawar menawar. Katanya, seharusnya seluruh elemen dan masyarakat memperkuat Pancasila dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Eks Ketua KY Minta Pancasila Jangan Diutak-atik: Sudah Selesai 18 Agustus 1945
Ilustrasi Pancasila. ©2016 Merdeka.com

Mantan Ketua Komisi Yudisial (KY), Aidul Fitriciada Azhari ikut menyoroti rencana pemerintah untuk membahas dan menata ulang ideologi negara dalam sebuah Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Aidul yang merupakan tokoh Muhammadiyah, merupakan salah satu yang tidak sepakat jika Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara diubah-ubah.

"Negara Pancasila itu sebagai tempat kita melakukan konsensus. Nah, konsensus nasional ini sudah selesai 18 Agustus 1945. Sudah, itu jangan diutak-atik lagi," tegasnya dalam diskusi yang disiapkan YouTube Smart FT yang bertemakan 'Habis RUU HIP Terbitlah RUU BPIP, Sabtu (18/7).

Menurutnya, ideologi negara telah dirampungkan oleh para founding father dan tidak bisa ditawar menawar. Katanya, seharusnya seluruh elemen dan masyarakat memperkuat Pancasila dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita sekarang bicara ke depan dengan persaksiaan kita di dalam mengisi negara ini dengan nilai-nilai Pancasila. Dalam konteks inilah maka perdebatan, atau bahkan mungkin perseteruan terkait RUU HIP ini menjadi penting kita lihat sebagai bentuk persaksian kita terhadap negara pancasila ini. Dan itu patut disyukuri," jelasnya.

Kendati tak setuju, ia mengaku kalau permasalahan ini memberikan dampak yang positif di tengah masyarakat. Sebab, masyarakat kini membicarakan tentang Pancasila.

"Kita harus bersyukur dengan ribut-ribut RUU HIP ini maka orang yang anti Pancasila, tidak peduli dengan pancasila, sekarang semuanya terlibat membicarakan Pancasila. Jadi ini seperti gravitasi politik yang menarik semua kalangan ke dalam satu jalur," pungkasnya.

Rekomendasi