Hasil Diagnosis Paedofil 305 Anak Tewas Bunuh Diri: Retak Tulang Belakang di Leher

Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menambahkan, FAC diduga mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Di mana menggunakan kabel yang berada di dalam tahanan.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Hasil Diagnosis Paedofil 305 Anak Tewas Bunuh Diri: Retak Tulang Belakang di Leher
Polisi Rilis WNA Prancis Pelaku Eksploitasi Anak. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Umar Shahab mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap jenazah WNA Prancis, Francois Abello Camille (FAC) alias Franss (65) di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Dari hasil, adanya bekas jeratan di bagian leher yang membuat aliran oksigen tidak berjalan ke otak tersangka sehingga FAC meninggal pada Minggu (12/7) malam.

"Diagnosa dari dokter yang merawat jelas hasil rontgen ada retak tulang belakang di leher. Jadi menyebabkan sum-sumnya itu kena jerat menyebabkan suplai oksigen ke otak dan organ-organ penting itu berkurang, itu yang menyebabkannya (meninggal)," kata Umar di Polda Metro Jaya, Senin (13/7).

Kendati demikian, Umar mengaku pihaknya belum melakukan autopsi pada jenazah. Hal ini dikarenakan belum adanya permintaan dari pihak tersangka untuk melakukan autopsi.

"Dilakukan tindakan prosedur sesuai SOP yang ada. Tidak ada perbedaan (perawatan) apakah dia tersangka ataupun korban ataupun pasien lainnya, semua kita lakukan tindakan yang betul sesuai dengan prosedur yang ada," ujar Umar.

Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menambahkan, FAC diduga mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Di mana menggunakan kabel yang berada di dalam tahanan.

"Setelah dilakukan rekonstruksi, diketahui memang betul bahwa memang kabel itu sangat tinggi. Tidak mungkin bisa digapai, kabel itu adanya di ujung (atas) dalam sel tahanan khususnya. Kemudian dia naik ke atas dengan ketinggiannya, dia meloncat, menarik kabel tersebut. Kemudian itu yang dililitkan," kata Yusri.

Rekomendasi