Seorang pendaki Gunung Lawu ditemukan meninggal dunia di jalur pendakian Cemoro Kandang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Cuaca ekstrim diduga menjadi penyebab kematian pendaki yang terpisah dari rombongan tersebut.
Atas kejadian tersebut Kepolisian Resor Karanganyar, Jawa Tengah mengusulkan agar pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kabupaten Karanganyar membatasi jumlah pendaki. Pendaki Gunung Lawu. Khususnya pendaki yang melalui pintu Cemoro Kandang dan Candi Cetho dibatasi masing-masing hanya 100 orang per hari.
"Pembatasan jumlah pendaki ini sebagai upaya antisipasi membludaknya pendaki dan jatuhnya korban jiwa," kata Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi, Kamis (9/7).
Leganek mengatakan, jatuhnya korban pendaki Gunung Lawu pada Senin (6/7) lalu menjadi bahan evaluasi bagi Polres Karanganyar untuk meminta pada Pemkab Karanganyar melakukan pembatasan.
"Sekarang ini yang diperbolehkan Pemkab Karanganyar 500 orang per hari. Jumlah itu kami nilai sangat banyak sehingga harus dikurangi menjadi 100 orang per hari," katanya.
Advertisement
Selain faktor keselamatan dan kenyamanan pembatasan juga dimaksudkan untuk memberlakukan social distancing di puncak Gunung Lawu. Belum lagi, lanjut dia, faktor cuaca di Gunung Lawu dengan cuaca ekstrim mencapai 3 derajat celsius dapat membuat pendaki mengalami hipotermia.
Pihaknya juga mengimbau para pendaki pemula agar menunda dulu mendaki Gunung Lawu. Pasalnya cuaca di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur itu sedang ekstrim atau mencapai 3 derajat celsius.
"Apalagi kalau mengajak anak-anak akan membahayakan mereka," tandasnya.