New Normal Dianggap Momen Kebangkitan Usai Pandemi Corona

Menurutnya, New normal akan membuka potensi kelangsungan hidup masyarakat akan bisa terselamatkan. Terutama untuk masyarakat bawah yang terdampak paling besar karena adanya pandemi Covid-19 ini.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
New Normal Dianggap Momen Kebangkitan Usai Pandemi Corona
Lukman Edy. ©dpr.go.id

Pemerintah tengah menyiapkan formulasi New Normal di sejumlah tempat yang dianggap penularan Covid-19 telah terkendali. Kehidupan Indonesia dinilai sudah saatnya bangkit dari pandemi Covid-19.

Ketua dewan pakar Indonesia Maju Institute (IMI), Lukman Edy, menilai, new normal merupakan sebuah peluang bangkit dan move on dari keterpurukan ekonomi selama dua bulan terakhir.

"Layaknya napas yang kemarin tidak leluasa selama lockdown dan PSBB, di masa New Normal nantinya diharapkan perekonomian masyarakat kembali bergeliat. Karenanya momentum keterbukaan New normal mesti dilihat sebagai momentum positif," kata Lukman kepada wartawan, Senin (1/6).

Menurutnya, New normal akan membuka potensi kelangsungan hidup masyarakat akan bisa terselamatkan. Terutama untuk masyarakat bawah yang terdampak paling besar karena adanya pandemi Covid-19 ini. Sebab, apabila situasi ini dibiarkan, maka bisa menimbulkan kebangkrutan perekonomian nasional yang bisa membahayakan bagi kelangsungan negara.

"Ini kebijakan yang genuine, untuk menyelamatkan perekonomian negara," tegas Politikus PKB itu.

Dengan adanya kebijakan New Normal ini, dimana keran APBN mulai dibuka, maka secara berangsur perekonomian masyarakat akan terangkat. Di sisi lain, dengan adanya New normal ini, sektor konsumsi juga dengan sendirinya bangkit kembali.

"Ketika dua sektor ekonomi ini telah berjalan kembali, sambil menunggu keran perekonomian global yang memungkinkan kita bisa ekspor terbuka kembali, maka perlahan tapi pasti perekonomian nasional akan bangkit kembali," jelas dia.

Namun demikian, Lukman berpesan agar keberhasilan pemerintah dalam upaya mencegah persebaran Covid-19 selama ini dapat terjaga. Dia meminta masyarakat untuk tidak gegabah dan semena-mena, melainkan harus tetap menerapkan prosedur kesehatan dan physical distancing yang telah digariskan pemerintah, serta harus diikuti dengan pengawasan dan penegakan hukum yang tegas.

"Jangan sampai masyarakat lengah, penegakan hukum lemah yang akan memunculkan gelombang korban yang lebih besar pada masa New Normal nanti," tegasnya.

Rekomendasi