Airin Usulkan Tambahan Kuota Bansos untuk Warga Terdampak Corona ke Kemenkes

Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengusulkan kuota tambahan bantuan sosial bagi warga terdampak Covid-19 ke Kementerian Sosial. Saat ini, kuota yang telah diserap masyarakat Tangsel sekitar 60 ribuan Kepala Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Kirom
Oleh Kirom - Reporter
Airin Usulkan Tambahan Kuota Bansos untuk Warga Terdampak Corona ke Kemenkes
Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. ©2019 Merdeka.com

Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengusulkan kuota tambahan bantuan sosial bagi warga terdampak Covid-19 ke Kementerian Sosial. Saat ini, kuota yang telah diserap masyarakat Tangsel sekitar 60 ribuan Kepala Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Hari ini kami mengusulkan 10 ribu lebih KK tambahan campuran, bukan hanya yang ber-KTP Tangsel, tapi dari luar Tangsel," ucap Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany di Balai Kota Tangsel, Senin (18/5).

Menurut dia, pihaknya melalui Dinas Sosial Tangsel membuka pendataan KPM terdampak Covid-19 yang sama sekali belum menerima bansos Covid-19 dari Kemensos.

"Intinya untuk pendataan kita menunggu, kita mengusulkan 10 ribu lebih KK ada campuran juga dari warga non-KTP Tangsel. Dan hari ini kami kirimkan ke Kemensos 10 ribu KK, di luar kemarin hampir sekitar 40 ribu lebih," ungkap dia.

Dia juga mengajak masyarakat ikut membantu menginformasikan jika ada warga yang belum terdata menerima Bansos Covid-19.

"Kalau teman-teman di lapangan ada yang menemukan, silakan sampaikan saja. Jadi misal lewat hotline Dinsos. Karena sifatnya butom up dari bawah dan top down," kata dia.

Meski begitu, dari setiap usulan masyarakat yang disampaikan akan ada tim verifikasi yang juga akan turun untuk memeriksa informasi tersebut.

"Tentu akan ada tim verifikasi di lapangan, untuk mencek langsung informasi itu. Kalau yang warga non-KTP Tangsel, juga ada surat pernyataan domisili dan benar tidak menerima bantuan dari kota asalnya. Agar bantuan juga tidak dobel dan menumpuk," ucapnya.

Rekomendasi