Pemerintah Daerah (Pemda) DIY belum berencana mengajukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Hal ini sebagai tanggapan dari wacana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang akan mengusulkan PSBB se-Pulau Jawa. Pemda DIY hingga saat ini masih akan memertahankan status tanggap darurat.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji menerangkan, hasil rapat Gubernur DIY dengan para bupati dan wali kota diputuskan akan memaksimalkan rapid test massal.
"Pada prinsipnya kemarin pada rapat terbatas dengan presiden dan beberapa menteri intinya memang akan dilakukan beberapa kajian. Nah untuk Jogja (DIY) sendiri sampai hari ini memang belum untuk mengajukan PSBB. Kita masih dengan status Tanggap Darurat," ujar Aji di Kantor Gubernur DIY, Rabu (13/5).
"Bapak bupati dan ibu wakil bupati juga sudah menyampaikan tes massal di supermarket, di pasar tradisional dan tempat kerumunan yang lain. Ini segera dimulai bahkan beberapa sudah dimulai," papar Aji.
Aji menerangkan bahwa pengajuan PSBB mempunyai pembahasan yang kompleks. Selain harus berkonsultasi dengan pemerintah pusat juga harus mengecek kesiapan di daerah.
"Tapi kan tidak hanya itu masih ada yang lain. Karena kan kita PSBB bukan hanya mempertimbangkan kesehatan saja, tapi hal-hal lain di luar kesehatan," papar Aji.
Advertisement
Pemkab Sleman menggelar rapid test massal selama tiga hari sejak Selasa (12/5) hingga Kamis (14/5) kepada para pengunjung Indogrosir. Rapid test dilakukan di GOR Pangukan, Sleman.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo menuturkan hari ini ada 427 orang yang menjalani rapid test. Dari hasil rapid test diketahui ada 19 orang yang hasilnya reaktif.
"Rapid test untuk pengunjung Indogrosir hari kedua ini ada 427 orang yang hadir. Hasilnya ada 19 orang yang reaktif," ujar Joko.
Joko menuturkan di hari pertama rapid test massal bagi pengunjung Indogrosir ada 461 orang yang ikut. Dari hasil rapid test diketahui ada 20 orang yang hasilnya reaktif.
Dari data diketahui selama dua hari rapid test bagi pengunjung Indogrosir diketahui ada 39 orang yang hasil rapid testnya reaktif.
Joko menjabarkan bagi pengunjung Indogrosir yang hasil rapid testnya reaktif, diminta untuk karantina di Asrama Haji. Nantinya orang dengan hasil rapid test reaktif ini akan dijemput petugas medis di rumahnya dan akan dibawa ke Asrama Haji.
"Total 39 orang reaktif. Mereka nanti akan menjalani isolasi di Asrama Haji Yogyakarta sembari menunggu tes swab," urai Joko.
Sementara untuk pengunjung Indogrosir dengan hasil rapid test negatif diminta untuk melakukan karantina diri mandiri. Nantinya akan dilakukan rapid test ulang kepada para pengunjung itu.