Meneladani Sifat Dermawan Abu Hurairah, Sedekahkan Gaji saat Jabat Gubernur Madinah

Selama menjabat sebagai gubernur Madinah, Abu Hurairah hidup sederhana. Tak pernah sekalipun dia mempercantik putrinya dengan perhiasan.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Meneladani Sifat Dermawan Abu Hurairah, Sedekahkan Gaji saat Jabat Gubernur Madinah
Ilustrasi sedekah . alalam.ir

Abu Hurairah Al-Dausi merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang berasal dari kabilah Bani Daus, Yaman. Dia diangkat menjadi gubernur Madinah atas perintah Mu'awiyah bin Abi Sofyan.

Selama menjabat sebagai gubernur Madinah, Abu Hurairah hidup sederhana. Tak pernah sekalipun dia mempercantik putrinya dengan perhiasan.

Suatu ketika putri Abu Hurairah mengadu diejek teman temannya karena tak menggunakan perhiasan. Padahal, Abu hurairah seorang gubernur.

"Katakan pada mereka, sesungguhnya bapakku khawatir panasnya api neraka membakarku," kata Abu hurairah kepada putrinya.

Penolakan Abu hurairah untuk mempercantik putrinya dengan perhiasan bukan karena kikir atau berambisi menumpuk harta. Melainkan karena seluruh hartanya telah disedekahkan di jalan Allah SWT. Abu hurairah sangat dermawan.

Buku Jejak Perjuangan dan Keteladanan Sahabat-sahabat Nabi yang ditulis Abdurrahman Ra'fat Al-Basya juga menyebutkan, seluruh gaji Abu Hurairah sebagai gubernur Madinah habis disedekahkan. Itu diketahui saat Marwan bin al-Hakam mengirim seratus dinas emas kepada Abu Hurairah melalui seorang utusan.

"Orangku salah dalam menyerahkan dinar kepadamu, bukan kamu yang aku inginkan, akan tetapi orang lain," kata Marwan.

"Aku telah membelanjakannya di jalan Allah dan tidak tersisa satu dinar pun di tanganku. Jika jatah pemberianku dari negara sudah keluar, maka lunasilah ia dengannya," jawab Abu Hurairah.

Selain dermawan, Abu Hurairah sangat berbakti kepada ibunya selama hidup. Setiap kali ingin keluar, dia selalu berdiri di pintu kamar dan berkata, "Assalamu alaiki wahai ibu wa rahmatullahi wa barakatuh."

Lalu ibunya menjawab, "Wa alaika salam wahai anakku wa rahmatullahi wa barakatuh."

"Semoga Allah merahmatimu, engkau telah mengasuhku ketika aku kecil," kata Abu Hurairah lagi.

lbunya menjawab, "Semoga Allah merahmatimu, kamu telah berbakti ketika kamu besar."

Hal yang sama Abu Hurairah lakukan ketika pulang ke rumah. Dia selalu menyapa dan mendoakan ibunya.

Rekomendasi