Sebanyak 52 santri dan santriwati dari Pondok Pesantren Gontor di Jawa Timur, tiba di Pekanbaru menggunakan dua bus, bersama dua pendampingnya. Mereka dikarantina untuk mencegah penularan Covid-19.
Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Riau, Syahrial Abdi mengatakan saat tiba di Lapangan Purna MTQ Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, mereka disemprot cairan disinfektan.
"Sebelum dikembalikan ke daerah kabupaten masing-masing, badan para santri dan pendamping serta bus yang membawa mereka dari Jawa Timur disemprot disinfektan, kesehatan mereka juga diperiksa tim Gugus Tugas," kata Syahrial, Jumat (8/5).
Sahrial mengatakan, mereka terdiri dari 36 santri asal Riau dan seorang pendamping dari Ponpes Gontor di Kabupaten Ponorogo. Sementara 16 santriwati dan pendamping dari Ponpes Gontor di Kabupaten Ngawi.
"Para santri dan santriwati akan dikarantina di daerah kabupaten masing-masing," kata Syahrial.
Berikut rincian daerah asal kabupaten dan kota para pelajar tersebut, beserta pendampingnya. Yaitu dari Kota Pekanbaru sebanyak 28 orang, Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 4, Indragiri Hulu 3, Rokan Hilir 2, Pelalawan 8, Kepulauan Meranti 1, Kuantan Singingi 1, Kota Dumai 3, Kampar 2 dan Siak 2.
"Setibanya di Pekanbaru, para santri dan pendamping diperiksa kesehatannya oleh Tim Medis Gugus Tugas Covid-19 Riau dan kembali ke daerah masing-masing untuk karantina selama 14 hari," jelas Syahrial.
Pemerintah telah menegaskan bahwa penyemprotan disinfektan ke tubuh manusia tidak dianjurkan lantaran berbahaya. Ketua Tim Pakar Penanganan Covid-19 di Indonesia, Profesor Wiku Adisasmito menyatakan bahwa penggunaan bilik disinfektan atau disinfectant chamber untuk menangkal penyebaran virus corona tidak direkomendasikan. Pasalnya, dengan penggunaan ini cairan disinfektan akan secara langsung mengenai seluruh bagian tubuh termasuk bagian kulit sensitif seperti mulut.
"Disinfektan pada ruang/chamber atau penyemprotan langsung ke tubuh manusia tidak direkomendasikan karena berbahaya bagi kulit mulut dan mata menimbulkan iritasi," kata Wiku saat jumpa pers di Graha BNPB Jakarta, Senin (30/3).