Laboratorium RS Sanglah Bali Jadi Tempat Pelatihan Tenaga Ahli Covid-19

Provinsi Bali terus meningkatkan salah satu laboratorium Rumah Sakit Sanglah sebagai tempat pelatihan tenaga ahli pemeriksaan spesimen Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Laboratorium pertama kali ditunjuk pemerintah pusat pada 26 Maret silam.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Laboratorium RS Sanglah Bali Jadi Tempat Pelatihan Tenaga Ahli Covid-19
Covid-19. ©2020 Merdeka.com

Ketua Tim Lab Pemeriksaan Kasus Covid-19 Provinsi Bali, Ni Nyoman Sri Budayanti mengatakan, Provinsi Bali terus meningkatkan salah satu laboratorium Rumah Sakit Sanglah sebagai tempat pelatihan tenaga ahli pemeriksaan spesimen Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Laboratorium pertama kali ditunjuk pemerintah pusat pada 26 Maret silam.

"Iya saat kami, Sanglah, ditunjuk sebagai lab pemeriksaan PCR. Kami pun sudah berpikir tidak mungkin melakukan semuanya sendiri. Oleh karena itu analisis yang ada kami ambil dari berbagai tempat," ujar Sri di gedung BNPB, Jakarta Timur, Selasa (5/5).

Dia mengatakan, laboratorium RS Sanglah mulai merekrut analis dari sejumlah perguruan tinggi, seperti Universitas Warmadewa, Lapkesda, Udayana, serta RS Bali Mandara. "Jadi semua yang ada analisis kita ajak di sini, sekitar 8 orang ditambah 2 orang yang senior, sekitar 10 orang kita latih," katanya.

"Di sana (Universitas Warmadewa) SDM nya sudah siap. untuk Lapkesda kita tinggal nunggu mesin. Kalau mesinnya siap orangnya sudah siap. Ini semua di bawah lab Sanglah. Jadi saya selalu bilang sama teman-teman di Sanglah, kita anggap Sanglah ini sebagai kamp pelatihan. Jadi siapa pun yang mau jadi volunteer silahkan. Dan terbukti, ada beberapa mahasiswa tamatan S2 biomedik kami, dia nganggur, ikut jadi volunteer untuk di Lab. Seperti itu. Kami membuat Rumah Sakit Sanglah sebagai tempat latihan dengan harapan kalau ada yang punya fasilitas, SDM nya sudah ada," bebernya.

Menurutnya, ada dua lab yang kini mulai berjalan. Dua laboratorium yang sudah beroperasi tersebut lab RS Sanglah dan lab RS Universitas Warmadewa.

Untuk RS Sanglah, ia memastikan bahwa kapasitas pemeriksaan yang bisa dikerjakan adalah sebanyak 250 spesimen. Sementara untuk di RS Universias Warmadewa hanya sekitar 50 spesimen.

"Kalau Lab sanglah sendiri maksimal sehari bisa 250 sampel, dengan nanti kalau digabung dengan warmadewa ya 300 sampel dengan 1 mesin di Sanglah dan 1 mesin kecil di warmadewa," katanya.

Ke depan, lanjutnya, dimungkinkan ada peningkatan kapasitas pemeriksaan di RS Sanglah. Sebab pihaknya telah menerima bantuan mesin pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dari Kementerian Kesehatan.

"Itu hari ini sedang diinstal (mesinnya). Jadi kalau besok sudah jalan 2 mesin, otomatis kapasitas kami meningkat," pungkasnya.

Rekomendasi