Pedagang Takjil Timbulkan Kerumunan, Gugus Tugas Bekasi Rancang Skema Penjualan

Sepanjang jalan raya di Perumahan Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi banyak terdapat pedagang takjil.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pedagang Takjil Timbulkan Kerumunan, Gugus Tugas Bekasi Rancang Skema Penjualan
Pasar takjil di Bangladesh. ©AFP/MUNIR UZ ZAMAN

Sepanjang jalan raya di Perumahan Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi banyak terdapat pedagang takjil. Jualan pedagang ini diserbu para pembeli sejak hari pertama puasa Ramadan pada Jumat lalu.

Berdasarkan pengamatan merdeka.com, setiap jam 17.00 WIB, sepanjang jalan raya yang mencapai dua kilometer tersebut kerap dipadati pengguna jalan. Sesekali di sejumlah titik terjadi kemacetan karena pembeli takjil berhenti di bahu jalan.

Seorang pedagang takjil, Rahmanto (45) mengatakan, sebelum ramadan berjualan nasi uduk dan gorengan setiap pagi di jembatan 4 Rawalumbu. Daripada libur di saat Ramadan, pria asal Jawa Tengah ini berdagang takjil setiap sore.

"Setiap tahun dagang, daripada libur tidak ada pemasukan," kata Rahmanto pada Minggu (26/4).

Ia mengatakan, mulai membuka lapak sekitar pukul 16.00 WIB. Adapun ramainya sekitar pukul 17.00 WIB, bahkan pembeli sampai antre hanya untuk membeli gorengan dan lontong.

"Kadang habis, kadang juga masih sisa," ucap warga Rawalumbu ini.

Selain di jalan utama Perumahan Rawalumbu, pedagang takjil juga banyak dijumpai di jalan utama Perumahan Narogong, Perumanas 3 Bekasi Timur, Kranji Bekasi Barat, dan sejumlah jalan utama perumahan-perumahan kelas menengah.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyesalkan masih tingginya masyarakat keluar rumah untuk membeli takjil. Semestinya, masyarakat bisa menggunakan layanan online dengan pembeli, misalnya order lewat telepon.

"Kami akan bahas, karena (pedagang) juga butuh penghasilan, cuma bagaimana caranya supaya tidak menimbulkan kerumunan," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Bekasi ini.

Rekomendasi