Kehabisan Alat, BBLK Palembang Tidak Melakukan Pemeriksaan Sampel Covid-19

Sudah dua hari, Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang tidak melakukan pemeriksaan sampel spesimen pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19. Dampaknya tidak ada perubahan perkembangan pasien positif atau negatif di Provinsi Sumatera Selatan.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Kehabisan Alat, BBLK Palembang Tidak Melakukan Pemeriksaan Sampel Covid-19
Ilustrasi. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Sudah dua hari, Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang tidak melakukan pemeriksaan sampel spesimen pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19. Dampaknya tidak ada perubahan perkembangan pasien positif atau negatif di Provinsi Sumatera Selatan.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel Yusri mengungkapkan, BBLK Palembang tidak melakukan pemeriksaan karena kehabisan reagen PCR. Hal itu membuat jumlah pasien positif Covid-19 masih berjumlah 89 pasien, empat pasien sembuh dan dua lainnya meninggal.

"Tidak ada perubahan karena laboratorium kita kehabisan bahan untuk pemeriksaan (reagen PCR)," ungkap Yusri, Selasa (21/4).

Menurut dia, pemeriksaan sampel segera dilakukan setelah ada 700 reagen PCR dikirim dari Jakarta. Hanya saja, jumlah itu terbilang sedikit mengingat masih banyak sampel yang akan diperiksa dan kemungkinan ada penambahan sampel-sampel lain ke depannya.

"Tapi informasinya bukan Indonesia saja, banyak negara juga mengalami yang sama, kehabisan bahan," kata dia.

Untuk menutupi kekurangan reagen PCR, pemeriksaan sampel di Sumsel akan dipermudah dengan alat PCR pemeriksaan swab yang akan tiba beberapa hari lagi. Alat ini mampu memeriksa 1.000 sampel per hari sehingga mempercepat mengetahui hasilnya.

"Mudah-mudahan segera datang dan beroperasi. Tidak ada penumpukan sampel karena pemeriksaan lebih banyak dan lebih cepat diketahui hasilnya," pungkas Yusri.

Rekomendasi