Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengaku sampai 'berdarah-darah' dalam menangani wabah virus corona di wilayah setempat. Sebab, kasus setiap hari terus meningkat sementara anggaran daerah semakin menipis.
"Sebelumnya satu hari bisa dapat Rp8 miliar, sekarang hanya Rp500-600 juta, ya berdarah-darah lah," kata Rahmat Effendi di Bekasi pada Selasa (14/4).
Yang dimaksud Rahmat adalah pendapatan asli daerah (PAD) untuk keberlangsungan pemerintahan. Sementara dana darurat yang disiapkan senilai Rp102 miliar semakin menipis. Sementara pemerintah daerah harus memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Hilangnya potensi pendapatan daerah tak lepas dari banyak usaha di Kota Bekasi yang tidak beroperasi karena usaha. Bahkan, Rahmat menyebut hampir 90 persen tutup, sehingga tak ada sumbangan pajak masuk ke kas daerah.
"Ini harus beres, Covid-19 ini harus selesai sehingga ekonomi tumbuh lagi," ucap Rahmat Effendi.
Rahmat Effendi berharap penerapan pembatasan sosial besar (PSBB) mulai besok bisa menekan penyebaran virus corona. Soalnya, tren penyebaran di Kota Bekasi semakin meningkat setiap hari. Terkini, jumlah kasus positif sebanyak 168 dengan rincian meninggal 16 dan sembuh 29, sisanya dalam perawatan.
"Kesiapan pemberlakuan PSBB, Insya Allah dilakukan besok mulai jam 00.00," kata dia.
Ia bekerja sama dengan kepolisian untuk mendukung penerapan PSBB. Dalam aturan PSBB, kata dia, polisi bisa memberikan tindakan tegas bagi pelanggar. Bahkan, ada ancaman pidana hingga setahun penjara.