Kepala kantor Imigrasi Makassar, Andi Pallawarukka mengatakan, Warga Negara Asing (WNA) peserta ijtima dunia zona Asia 2020 masuk ke Makassar melalui pintu penerbangan domestik di bandara internasional Sultan Hasanuddin, bukan pintu penerbangan internasional.
Itulah makanya, kata Pallawarukka, tiap WNA yang datang ini tidak langsung diketahui di awal kedatangannya karena tidak melalui pemeriksaan imigrasi.
"Rata-rata WNA ini masuk ke Indonesia melalui bandara Soekarno-Hatta sehingga langsung diperiksa imigrasi. Makanya saat masuk ke bandara Sultan Hasanuddin, mereka lewat pintu domestik," ujarnya.
Dia menambahkan, pihaknya baru saja dari Kabupaten Gowa, lokasi yang rencananya dijadikan tempat pelakaanaan ijtima itu. Ke sana untuk mengecek langsung sebenarnya berapa warga asing yang masuk karena banyak berseliweran data berbeda.
"Tadi saya ke lokasi kegiatan itu dan bertemu langsung panitianya untuk memastikan berapa jumlah WNA yang datang. Kita dapat laporan, total WNA sebanyak 474 orang dari 12 negara jadi bukan dari 48 negara seperti informasi yang beredar," kata Pallawarukka.
Antara lain asalnya dari negara Singapura, Thailand, Malaysia, Brunai, Inggris, Belanda, Arab Saudi dan India.
"Pemerintah telah memutuskan penundaan kegiatan dan lakukan isolasi khususnya ke WNA. Tapi kita dari pihak imigrasi tetap lakukan pengawasan hingga mereka kembali ke negaranya masing-masing," pungkas Andi Pallawarukka.
Advertisement
Ijtima Ulama Asia Ditunda, 411 WNA Diisolasi Sebelum Pulang ke Negaranya
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menegaskan, peserta Ijtima Zona Asia 2020 mulai dipulangkan, Kamis (19/3). Sebelum pulang, khusus untuk Warga Negara Asing (WNA), diisolasi terlebih dahulu guna mencegah penyebaran Corona Covid-19.
Hal tesebut merupakan tindak lanjut dari keputusan penundaan kegiatan ijtima untuk pencegahan penularan Covid-19 ini adalah hasil rapat dengan para Forkopimda Sulsel di rujab gubernur, Kamis pagi ini sebelum berbarengan meninjau lokasi ijtima itu di Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.
"Kita sudah sepakat. Peserta WNA diisolasi dulu. Sudah disiapkan lokasi atau hotel. Ada 411 orang berasal dari enam negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand," kata Nurdin Abdullah kepada wartawan usai rapat.
Adapun peserta asal Sulsel, hari ini, kata Nurdin, mulai dipulangkan. Bus telah dipersiapkan untuk dikembalikan ke daerah masing-masing. Berkoordinasi dengan bupati dan walikota asal daerah para peserta ini agar mereka diisolasi selama 14 hari, apakah di satu tempat atau di rumah.
Sementara peserta dari luar Sulsel yang belum jadwal pulangnya sesuai tiket pesawat atau kapal laut, tambahnya, dibawa ke asrama haji Sudiang, Makassar.
"Pemanfaatan asrama haji. Pasang tenda besar di sana. Disiapkan dapur umum dan toilet umum untuk menampung mereka yang asalnya dari daerah luar Sulsel," ujarnya.
Ditambahkan, peserta dari daerah luar Sulsel akan diatur pemulangannya sesuai jadwal tiket masing-masing. Bagi yang tidak punya tiket, akan diupayakan.
Disebutkan, total peserta ijtima hingga pagi ini sebanyak 8.223 orang. Paling banyak dari Kalimatan Timur, 1.322 orang. Proses pemulangan ini, imbuhnya, dikoordinir Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka.