Pemerintah Kota Tangerang Selatan, kewalahan menangani pasien terindikasi terinfeksi Covid-19. Sampai hari ini, seluruh pasien terjangkit dirujuk ke RS di luar Tangsel, seperti RSUD Tangerang dan RSU Drajad di Serang, dan sejumlah RS di Jakarta.
Diketahui, sudah 76 warga terindikasi Covid 19. Dengan rincian 64 ODP, 11 PDP dan satu positif Corona.
"Artinya kami ingin memberikan pelayanan yang terbaik bagi warga Tangsel, saat ini penanganan pasien dilakukan di RS Drajad Serang dan RSUD Kabupaten, di Tangsel belum ada. Maka sekarang kami sudah berkomunikasi mengajak 6 RS swasta, untuk penanganan pasien ini," kata juru bicara gugus tugas covid-19 Tangerang Selatan, Tulus Muladiono di Balai Kota Tangsel Rabu (18/3).
Diterangkan Tulus, RS rujukan korona punya standar khusus, untuk Banten, baru dua, RSUD Tangerang dan RS Drajad di Serang. Setiap RS rujukan pasien Corona harus memiliki fasilitas lengkap untuk mengisolasi pasien terinfeksi.
"Fasilitasnya lengkap. Dia punya ruang isolasi lengkap bertekanan negatif. Dengan ruang ac di bawah 12 drajat selama 2 jam. Maka wajar, kalau kami sampaikan notifikasi, baru 8 jam kemudian diterima notifikasi itu," terang Tulus.
Dengan keterbatasan dan luasan wilayah Banten, maka pemerintah kota Tangsel, berharap bisa menjalin kerjasama dengan 6 RS swasta, untuk penanganan pasien terindikasi terinfeksi Covid-19.
"Ini masih dalam tahap komunikasi, artinya kalau mereka menolak kami akan sampaikan ke Provinsi," jelas pejabat Kepala Bida Pencegahan dan penanggulangan penyakit Dinas Kesehatan kota Tangsel ini.
Menurut dia, penanganan pasien Corona tidaklah mudah. Selain, harus memenuhi standar protokol pelayanan, kualitas SDM, sarana prasarana yang harus disiapkan juga mesti memadai.
"Terbatasnya SDM, ruangan isolasi dan sebagainya, ini juga menjadi persoalan. Ruang isolasi sendiri harus khusus, tidak bisa dicampur untuk isolasi penyakit lain. Tapi intinya kita ingin berusaha memberikan pelayanan yang maksimal untuk warga Tangsel," tandas dia.