Sepekan Tilang Elektronik Berlaku, Pelanggaran Terbanyak Motor Masuk Jalur Busway

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar mengatakan ada 1.201 pemotor terekam melanggar aturan marka jalan.

Tri Yuniwati Lestari
Oleh Tri Yuniwati Lestari - Reporter
Sepekan Tilang Elektronik Berlaku, Pelanggaran Terbanyak Motor Masuk Jalur Busway
Kawasan ETLE di Thamrin. ©2020 Merdeka.com/Tri Yuniwati Lestari

Tilang elektronik atau ETLE (electronic-traffic law enforcement) sudah beroperasi selama 7 hari. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar mengatakan ada 1.201 pemotor terekam melanggar aturan marka jalan.

Fahri mengatakan angka tersebut merupakan penindakan dari tanggal 3-9 Februari 2019. Jenis pelanggaran paling banyak masih didominasi oleh sepeda motor yang melintasi jalur busway.

"Jenis pelanggaran yang paling banyak terjadi yaitu pelanggaran sepeda motor melintas jalur busway sejumlah 625 pelanggaran," kata Fahri dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (11/2).

Pelanggaran paling banyak terjadi di busway Koridor 6 (Rute Ragunan-Dukuh Atas 2). Terpantau melalui kamera e-TLE ada 383 pelanggaran di koridor tersebut.

"Pelanggaran di Halte Duren Tiga Koridor 6 TransJakarta dengan jumlah pelanggaran sejumlah 383 pelanggaran," tambah Fahri.

Dari 383 pelanggaran, tercatat ada 368 pelanggaran sepeda motor melintas jalur busway dan 15 pelanggaran pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm.

Polisi terus memperluas penerapan tilang elektronik motor dengan memasang kamera ETLE di sejumlah wilayah. Setelah di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Casablanca, Jakarta Selatan, kamera E-TLE juga telah dipasang polisi di Jalan Layang Non-Tol (JLNT) atau flyover Pesing, Cengkareng.

"Hari ini kami sudah penindakan, setiap jalan layang non-tol kami taruh ETLE portable termasuk di Flyover Cengkareng," kata Fahri saat dihubungi, Selasa (4/2).

Fahri mengimbau kepada para pengendara sepeda motor untuk lebih memperhatikan rambu-rambu yang ada. Pasalnya, flyover sendiri bukan untuk pengendara roda dua dalam atau sepeda motor. Kamera ETLE yang dipasang di flyover Cengkareng masih bersifat portable yang artinya dapat berpindah-pindah.

"Pengguna jalan diharapkan tertib karena kita bisa awasi pelanggaran dengan ETLE, tentu kamera bersifat mobile ya atau portable," ucap Fahri.

Pemasang kamera E-TLE setelah pengendara terpantau kerap mengambil jalan pintas melalui Flyover Pesing. Dengan dipasangnya kamera ETLE, Fahri pun berharap masyarakat lebih tertib lalu lintas.

"Pada pagi hari pengendara dominan naik dari arah Tangerang ke Grogol, sementara sebaliknya pada jam pulang kantor," tambah Fahri.

Rekomendasi