Korban Banjir di Sukajaya Bogor Berharap Bantuan Logistik Saat Kedatangan Jokowi

Distribusi logistik masih jadi kendala dalam penanganan bencana di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Seperti warga yang mengungsi di Kantor Kecamatan Sukajaya, sejak Sabtu (4/1) pagi, mereka belum makan. Bahkan air minum pun tidak ada.

Mochammad Iqbal
Oleh Mochammad Iqbal - Reporter
Korban Banjir di Sukajaya Bogor Berharap Bantuan Logistik Saat Kedatangan Jokowi
Korban banjir di Bogor. ©2020 Merdeka.com

Distribusi logistik masih jadi kendala dalam penanganan bencana di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Seperti warga yang mengungsi di Kantor Kecamatan Sukajaya, sejak Sabtu (4/1) pagi, mereka belum makan. Bahkan air minum pun tidak ada.

"Udah enggak ada apa-apa pak. Minum kan airnya enggak ada, genset baru dinyalain sore. Belum makan dari pagi," kata salah satu pengungsi, Sarnah (39).

Warga sempat berharap saat tiga unit helikopter mendarat di lapangan depan kantor Kecamatan Sukajaya sekitar pukul 11.00 WIB. Namun harapan itu pupus karena tiga helikopter itu hanya mendarat untuk memeriksa lokasi mendarat untuk helikopter kepresidenan.

Rencananya, Presiden Joko Widodo akan mengunjungi Kabupaten Bogor, Minggu (5/1). Informasi yang dihimpun, ada beberapa lokasi yang menjadi tempat kunjungan Jokowi besok, salah satunya Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya.

"Iya kirain bawa makanan. Taunya enggak. Mudah-mudahan Pak Jokowi datang besok, supaya akses jalan lebih cepat dibuka, soalnya kalau ada logistik masuk pakai helikopter, jemputnya susah, ngambilnya susah soalnya banyak jalan yang tertutup longsor," kata warga lainnya, Sopian.

Sementara Danrem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Novi Helmi Prasetya mengatakan, di keseluruhan Kecamatan Sukajaya, lebih dari 4.000 jiwa diungsikan, terutama mereka yang tinggal dekat tebingan dengan kemiringan lebih dari 30 derajat.

"Ada sekitar 4.000 yang kita relokasi ke tempat lebih aman dari rawan longsor di Kecamatan Sukajaya. Kalau di Pasir Madang sendiri, ada 1877 jiwa mengungsi dan 9 kampung masih belum bisa ditembus lewat jalur darat," kata dia.

Rekomendasi