Komisi III meminta Kapolri Jenderal Idham Azis memberi perhatian lebih soal perkembangan kasus penyiraman air keras ke penyidik KPK Novel Baswedan. Anggota Komisi III Arsul Sani berharap Kapolri dapat memberikan progres kelanjutan kasus Novel.
"Novel kasus membebani Polri dan menimbulkan prasangka terlalu jauh bagi polri.
Saya harap ada progres yang bisa di-update terus menerus," katanya di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (20/11).
Arsul berharap ada perhatian khusus terhadap kasus yang sudah terjadi dua tahun lebih itu. "Kami harap jadi atensi khusus Kapolri," ucapnya.
Advertisement
Tindakan yang Sudah Dilakukan Polri
Sementara itu, saat pemaparan di depan Komisi III, Idham berjanji akan terus mencari pelaku kasus Novel.
"Dalam kasus penyiraman air keras terhadap korban saudara Novel Baswedan, Polri telah bekerja secara maksimal melakukan langkah-langkah penyidikan dengan berkoordinasi dengan pihak eksternal seperti KPK, Kompolnas, Komnas HAM, Ombudsman, para pakar nasional, bahkan dengan kepolisian Australia AFP," kata Idham.
Idham menjelaskan tindakan-tindakan yang telah dilakukan Polri untuk mengungkap kasus tersebut. Selain itu Polri, juga telah melaksanakan rekomendasi dari Komnas HAM untuk membentuk tim pakar dan tim pencari fakta dan bekerja sama dengan KBRI Singapura untuk memeriksa riwayat kesehatan korban.
Advertisement
Bakal Cari Pelaku
Ia memastikan Polri terus mencari pelaku kasus penyiraman Novel.
"Polri akan terus melakukan pencarian pelaku dan akan memberikan akses seluas-luasnya terhadap tim dari KPK untuk melakukan verifikasi terhadap proses penyidikan yang dilakukan Polri," tegasnya.
Lamanya pengungkapan kasus Novel menurut Idham memang bergantung dari alat bukti.
"Penyidikan sangat bergantung dari alat bukti. Ada kasus yang sangat mudah diungkap seperti pembunuhan Pulomas karena ada CCTV, sebaliknya ada sulit diungkap seperti kasus pembunuhan mahasiswa di danau UI," ia menandaskan.