Tjahjo Kumolo mempunyai tugas prioritas setelah dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB). Pertama yang akan dilakukannya adalah membuat regulasi bagi nomenklatur kementerian baru.
"Fokus kami pertama menyiapkan berbagai regulasi-regulasi terkait nomenklatur baru," katanya di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (24/10).
Ada tiga nomenklatur kementerian baru di Kabinet Indonesia Maju. Pertama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dari sebelumnya bernama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman. Kedua Menteri Riset, Teknologi merangkap sebagai Kepala Badan Riset Inovasi Nasional dari sebelumnya Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Terakhir Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dari sebelumnya hanya Menteri Pariwisata.
Selain menyiapkan regulasi, Tjahjo fokus pada reformasi birokrasi khususnya pada Aparatur Sipil Negara (ASN). Dia menyebut, ASN yang ada akan ditempatkan sesuai kebutuhan. Demikian juga dengan perekrutan ASN, harus sesuai kebutuhan.
"Jadi penerimaan pegawai akan sesuai kebutuhan. Jangan sampai nanti antara kebutuhan dan dropingnya tidak sesuai, kami ingin tepat. Jadi target kami penerimaan pegawai baru jelas. Reformasi itu apa sih, mereformasi birokrasi itu apa yang siap," jelasnya.
Politikus PDIP itu dilantik sebagai MenPAN-RB pada Rabu (23/10) kemarin di Istana Negara menggantikan Syafruddin. Sebelum menjadi MenPAN-RB, politikus PDI Perjuangan ini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri.