Orangutan Ditemukan Sekarat di Kebun Sawit Kalteng, 70 Peluru Bersarang di Tubuh

Orangutan dewasa ditemukan dalam kondisi lemah di kebun sawit milik salah satu perusahaan di Kapuas, Kalimantan Tengah. Di dalam tubuh orangutan malang itu, bersarang 70 peluru. Orang utan itu kini menjalani perawatan dan kondisinya semakin membaik.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Orangutan Ditemukan Sekarat di Kebun Sawit Kalteng, 70 Peluru Bersarang di Tubuh
Orangutan di kebun sawit dengan 70 peluru di tubuh. ©2019 Merdeka.com

Orangutan dewasa ditemukan dalam kondisi lemah di kebun sawit milik salah satu perusahaan di Kapuas, Kalimantan Tengah. Di dalam tubuh orangutan malang itu, bersarang 70 peluru. Orang utan itu kini menjalani perawatan dan kondisinya semakin membaik.

"Iya benar, ditemukan di kawasan kebun sawit di Kapuas. Sekarang, ada di Nyaru Menteng (pusat reintroduksi Orangutan di Palangkaraya)," kata Kepala BKSDA Kalimantan Tengah Adib Gunawan, dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (10/10).

Adib menerangkan, Orangutan itu ditemukan 22 September 2019 lalu, oleh masyarakat. Pihak BKSDA langsung datang melakukan upaya penyelamatan. Orangutan jantan itu diperkirakan berusia 20 tahun. Orangutan itu langsung dirawat, diberi obat dan kini sudah bisa makan.

"Kalau mengambil peluru yang bersarang itu, kemungkinan susah ya melihat kondisinya seperti itu. Nanti teman-teman dokter hewan yang lebih tahu," terang Adib.

"Misalnya, oh ini tidak perlu, tidak terganggu. Belum bisa diketahui pasti itu peluru lama, atau baru. Tapi dugaan sementara, (peluru) itu beberapa kali dalam jangka waktu tertentu," ungkap Adib.

Pascakejadian, saat ini tim BKSDA semakin intens mensosialisasikan kepada masyarakat, perihal penanganan konflik orangutan dengan manusia. "Masyarakat melapor ke kami ini, sudah bagus. Karena menemukan orangutan, dan lapor ke kami," jelas Adib.

Adib memastikan, penemuan Orangutan itu tidak ada kaitannya dengan Karhutla di Kalimantan Tengah. "Teman-teman di lapangan lagi Pulbaket. Selain ke perusahaan (area penemuan di kebun sawit), juga ke desa sekitar. Ya, pengumpulan bahan dan keterangan. Yang jelas, kondisi Orangutan itu semakin membaik," ucap Adib.

Rekomendasi