TNI Fokuskan Penanganan Kebakaran di Lokasi Calon Ibu Kota Baru

Kodam VI Mulawarman meminta Korem dan Kodim di tiga provinsi bekerja sama dengan Polri, Pemda, BPBD dan elemen masyarakat lainnya untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Permintaan itu disampaikan Pangdam VI Mulawarman Mayjend TNI Subiyanto saat menggelar video conference, Selasa (17/9).

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
TNI Fokuskan Penanganan Kebakaran di Lokasi Calon Ibu Kota Baru
Ilustrasi

Kodam VI Mulawarman meminta Korem dan Kodim di tiga provinsi bekerja sama dengan Polri, Pemda, BPBD dan elemen masyarakat lainnya untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Permintaan itu disampaikan Pangdam VI Mulawarman Mayjend TNI Subiyanto saat menggelar video conference, Selasa (17/9).

Dalam video conference bersama Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto, keduanya mengecek apa saja yang sudah dilakukan Korem dan Kodim jajaran di ketiga provinsi Kalsel, Kaltim dan Kaltara. Terbakarnya lahan gambut di lokasi calon ibu kota baru, Penajam Paser Utara (PPU), menjadi sorotan.

"Khusus di beberapa titik, wilayah kita (di Kalimantan Timur) cukup parah di antaranya di PPU," kata Danrem 091/ASN Brigjen TNI Widi Prasetijono ditemui usai video conference di Makorem 091/ASN, Jalan Gadjah Mada, Samarinda.

Widi menerangkan, di Kalimantan Utara, Karhutla di kabupaten Bulungan juga jadi sorotan. Menurutnya, penanganan Karhutla tidak hanya TNI-Polri, melainkan juga seluruh elemen baik Pemda, BPBD dan masyarakat. "Tidak mungkin seolah jadi tanggung jawab TNI-Polri dan BPBD," ujar Widi.

Titik api Karhutla tidak terlalu banyak. Namun imbas dari Karhutla di daerah lain berimbas kabut asap cukup besar. "Tentunya itu mempengaruhi yang diperlukan masyarakat yaitu penerbangan. Kaltim ini yang bisa terbang, hanya melalui Balikpapan dan Tarakan," sebut Widi.

"Di Kalimantan Utara seperti kabupaten Malinau, Nunukan, Tanjung Selor, dan di Kalimantan Timur seperti Berau, sampai sekarang belum bisa digunakan untuk penerbangan. Termasuk Samarinda," tambahnya.

Dijelaskan, soal penegakkan hukum pembakar lahan, menjadi domain kepolisian. "Memang, selain imbas kabut asap dari daerah lain, di Kaltim juga ada kebakaran lahan juga karena ada titik api. Kita sudah berusaha menangani, dan semua perlu bergerak," tegasnya.

Untuk menambah personel penanggulangan Karhutla, Korem 091 ASN menyiapkan pasukan Batalion Infanteri 611.

"Kita punya pasukan cadangan dari Batalion 611 apabila eskalasi meningkat, dikerahkan untuk membantu tenaga di Kodim-kodim apabila memerlukan tenaga," demikian Widi.

Rekomendasi