Rincian Kekayaan Pimpinan KPK Periode 2019-2023, Irjen Filri Paling Kaya

Rincian Kekayaan Pimpinan KPK Periode 2019-2023, Irjen Filri Paling Kaya. Firli Bahuri tercatat memiliki harta kekayaan mencapai Rp18.226.424.386. Kekayaan yang dilaporkannya pada Maret 2019 itu meliputi harta bergerak dan tidak bergerak.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Rincian Kekayaan Pimpinan KPK Periode 2019-2023, Irjen Filri Paling Kaya
Irjen Pol Firli Bahuri. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Komisi III DPR telah menyelesaikan proses seleksi calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lima komisioner pun telah terpilih.

Kelimanya adalah Alexander Marwata, Irjen Firli Bahuri, Nawawi Pomolango, Lili Pintauli Siregar, dan Nurul Ghufron. Mereka akan menjadi pimpinan KPK periode 2019-2023.

Irjen Firli Bahuri pun ditetapkan sebagai Ketua KPK, berdasarkan hasil voting tertinggi yang diperoleh sebanyak 56 suara. Secara runut, setelahnya ada Alexander Marwata dengan 53 suara, Nurul Ghufron dengan 51 suara, Nawawi Pomolango dengan 50 suara, dan Lili Pintauli Siregar dengan 44 suara.

Penelusuran dari laman http://acch.kpk.go.id/, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kelima pimpinan KPK itu adalah sebagai berikut:

1. Firli Bahuri tercatat memiliki harta kekayaan mencapai Rp18.226.424.386. Kekayaan yang dilaporkannya pada Maret 2019 itu meliputi harta bergerak dan tidak bergerak.

Total harta bergerak Ketua KPK periode 2019-2023 itu sebanyak Rp632.500.000 dan harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunannya bernilai Rp10.443.500.000. Dia juga tercatat memiliki harta lain berupa kas dan setara kas seharga Rp7.150.424.386.

2. Alexander Marwata, tercatat memiliki harta sebanyak Rp3.968.145.287. Kekayaan yang dilaporkan pada Februari 2019 itu terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak.

Harta bergerak Wakil Ketua KPK itu mencapai Rp414.500.000. Sedangkan harta tidak bergerak terdiri dari dua tanah dan bangunan di kawasan Tangerang dengan nilai Rp3.044.036.000.

Alexander juga tercatat memiliki harta bergerak lain senilai Rp172.550.000, surat berharga senilai Rp540.397.576, kas dan setara kas senilai Rp796.661.711, juga utang sebanyak Rp1 miliar.

3. Nurul Ghufron, tercatat memiliki harta senilai Rp1.832.777.249. Kekayaan dosen Universitas Jember pada April 2018 itu terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak.

Untuk harta bergerak, bernilai Rp161.000.000 dan harta tidak bergerak Rp1.165.000.000. Nurul juga memiliki harta bergerak lain senilai Rp127.977.500, kas dan setara kas Rp629.799.749, dan utang Rp251.000.000.

4. Nawawi Pomolangi, tercatat memiliki harta sebanyak Rp1.893.800.000. Kekayaan yang dilaporkan Hakim Pengadilan Tinggi Denpasar pada Maret 2019 itu terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak.

Harta bergerak Nawawi mencapai Rp300.000.000 dan harta tidak bergeraknya senilai Rp1.250.000.000. Dia memiliki harta bergerak lain senilai Rp28.800.000, kas dan setara kas Rp303.000.000, serta harta lain bernilai Rp12.000.000.

5. Lili Pintauli Siregar, tercatat memiliki harta kekayaan sebanyak Rp70.532.899. Kekayaan Wakil Pimpinan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) pada Maret 2018 itu terdiri dari harga bergerak dan tidak bergerak.

Harta bergerak Lili senilai Rp6.000.000 dan harta tidak bergeraknya seharga Rp331.231.000. Dia juga diketahui memiliki harta lain berupa kas dan setara kas senilai Rp2.301.899, dan utang sebanyak Rp269.000.000.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi