Kembali Sesak Napas dan Mual, 15 Santriwati di Tangerang Dilarikan ke Puskesmas

"Setelah salat Isya berjamaah, tiba-tiba para santri mengalami sesak napas secara massal," ucap dia.

Kirom
Oleh Kirom - Reporter
Kembali Sesak Napas dan Mual, 15 Santriwati di Tangerang Dilarikan ke Puskesmas
Santriwati Ponpes Nurul Hikmah terpapar limbah pabrik. ©2019 Merdeka.com/Kirom

15 Santriwati Pondok Pesantren Nurul Hikmah di Kampung Bugel, Desa Pangadegan, Pasarkemis, Tangerang kembali mengalami sesak napas, pusing dan mual. Mereka yang diduga keracunan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dari pabrik langsung dilarikan ke Puskesmas Pasarkemis.

Kepala UPT Puskesmas Pasarkemis, Dr Salwah membenarkan adanya penanganan medis kepada 15 santriwati pada Senin (2/9) malam.

"Benar semalam ada 15 anak santriwati yang masuk ke Puskesmas, dengan gejala yang sama seperti sebelumnya yakni mual, pusing dan sesak napas," kata Dr Salwah saat dikonfirmasi, Selasa (3/9).

Salwah menerangkan, masuknya belasan santri ke Puskesmas itu terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Namun demikian, dia belum dapat memastikan penyebab belasan santriwati kembali mengalami kejadian serupa. Sebelumnya, para santriwati itu mengalami hal serupa, Kamis (29/8) malam.

"Untuk keracunan atau bukan penyebabnya belum diketahui. Tapi saat ini sudah terkondisikan. Dugaan sementara akibat pencemaran udara di lingkungan sekitar akibat aktivitas pengolahan limbah yang ada di sekitar," paparnya.

Kepala SMPIT Nurul Hikmah Endah Hidayat mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 20.00 WIB. Tiba-tiba belasan santriwati usai menjalankan ibadah salat Isya, mengalami sesak nafas, mual dan pusing.

"Setelah salat Isya berjamaah, tiba-tiba para santri mengalami sesak napas secara massal," ucap dia.

Akibat peristiwa itu, kegiatan belajar mengajar santriwati di Ponpes menjadi terganggu. "Terganggu dan KBM (kegiatan belajar mengajar) baru terlaksana kembali pada Rabu pekan lalu," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, 14 santriwati Ponpes di Tangerang mengalami sesak napas diduga keracunan limbah. Kejadian itu, terjadi pada Kamis (29/8) lalu.

Sampai saat ini, belum diketahui pasti penyebab belasan santriwati tersebut, mengalami mual, pusing dan sesak napas.

Rekomendasi