Acara pelantikan Anggota DPRD Jabar terpilih periode 2019-2024 diwarnai aksi demonstrasi. Massa menolak Taufik Hidayat, Ketua DPD Gerindra Jabar mengisi kursi pimpinan dengan alasan istrinya diduga tersandung masalah hukum.
Para demonstran yang mengaku dari kumpulan mahasiswa ini menuntut Partai Gerindra tidak memilih Taufik Hidayat. Selain itu, mereka mendesak kasus dugaan penggelapan anggaran sebesar Rp 3,7 miliar milik PT Duta Nikel yang dilakukan istrinya yang berinisial RM diusut tuntas.
RM pun saat ini menjadi DPO Polda Sulawesi Tenggara berdasarkan surat DPO/17/VII/2019/Dit Reskrimum).
"Kami meminta partai Gerindra untuk menuntaskan kasus hukum yang menjerat keluarga anggota DPRD Jawa Barat yang dilantik," ujar Faisal Alimudin Koordinator aksi Forum Mahasiswa Nasionalis, di gedung Merdeka Kota Bandung, Senin (2/9/2019).
Selain Forum Mahasiswa Nasionalis, puluhan mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Mereka pun meneriakkan tuntutan yang sama.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Taufik Hidayat menilai apa yang menjadi tuntutan para mahasiswa terkait kasus hukum istrinya adalah pelintiran dan fitnah untuk menjatuhkan dirinya.
"Enggak ada itu, pelintiran itu fitnah," kata Taufik.
"Ini ada hukum negara, kalau istri saya kena, ya hukum aja," ucap dia singkat usai pelantikan.