Gubernur Sumsel Duga Kebakaran Lahan di Muba Disebabkan Ulah Mafia Tanah

Gubernur Sumsel Duga Kebakaran Lahan di Muba Disebabkan Ulah Mafia Tanah. Menurut dia, banyak faktor yang mendasari dugaan tersebut. Diawali dengan status lahan yang terbakar merupakan lahan tidak produktif dan terbengkalai sehingga menjadi rebutan mafia tanah untuk diperjualbelikan.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Gubernur Sumsel Duga Kebakaran Lahan di Muba Disebabkan Ulah Mafia Tanah
Gubernur Sumsel Herman Deru. ©2019 Merdeka.com

Gubernur Sumsel Herman Deru punya dugaan baru terkait penyebab kebakaran lahan di Musi Banyuasin selama sepekan terakhir. Setelah sambaran kilat, kini dia mensinyalir akibat ulah mafia tanah.

Menurut dia, banyak faktor yang mendasari dugaan tersebut. Diawali dengan status lahan yang terbakar merupakan lahan tidak produktif dan terbengkalai sehingga menjadi rebutan mafia tanah untuk diperjualbelikan.

"Apakah karena mafia-mafia tanah, kita belum tahu baru dugaan," ungkap Deru, Selasa (20/8).

Dikatakannya, beberapa tahun lalu sebagian tanah terbengkalai itu diberikan hak pemakaian oleh pemerintah kepada PT Hutan Buana Lestari (HBL). Sementara sisanya dijual mafia tanah dan sejumlah orang ditangkap polisi pada 2016.

"PT ini bermitra dengan masyarakat setempat untuk mengelolanya. Nah, mungkin ada mafia tanah yang tidak puas," kata dia.

Dirinya berharap pihak kepolisian segera mengungkap penyebab kebakaran secepatnya dan meringkus pelaku jika dilakukan dengan sengaja. "Kita sudah koordinasikan dengan Polda Sumsel terkait dugaan ini, bisa didalami lagi," ujarnya.

Deru mengatakan, banyak kerugian yang diakibatkan karhutla, mulai dari kesehatan, sosial dan ekonomi. Sebab, pemadaman melalui udara yang dilakukan helikopter bisa menghabiskan biaya miliaran rupiah dalam sehari.

"Satu unit helikopter bisa habis Rp200 juta untuk bahan bakar dan sewa jasa, itu hanya satu jam. Nah, satu helikopter bisa lima jam sehari, tinggal dikalikan saja berapa heli yang beroperasi. Sehari bisa miliaran, bisa lima miliar, sangat mahal itu," pungkasnya.

Rekomendasi