Hari ini, calon anggota DPRD Kabupaten Garut akan dilantik. Menjelang pelantikan, para wakil rakyat tersebut mengeluhkan baju yang akan digunakan saat pelantikan tidak sesuai dengan harapan karena ukurannya dianggap terlalu kecil, kualitas bahan yang kurang bagus dan warna jas yang tidak sesuai. Mereka pun bersepakat tidak akan menggunakan pakaian yang disiapkan Sekretariat DPRD Garut.
Calon anggota legislatif dari Partai Persatuan Pembangunan, Agus Hamdani menyebut bahwa seharusnya jas yang digunakan saat pelantikan berwarna hitam. "Kita malah dikasihnya warna abu. Kita semua sepakat tidak akan menggunakan jas dari Setwan saat pelantikan," ujarnya, Selasa (13/8).
Selain itu, kata Agus, ia bersama calon anggota DPRD yang dilantik hari ini mendapat lima stelan pakaian dari Setwan, namun hanya dua saja yang bisa dipakai karena ukurannya yang cukup. Sisanya tidak bisa dipakai karena terlalu kecil, padahal semua yang terpilih sebagai calon anggota DPRD Garut mendapat pengukuran sebelum dijahitkan pakaian.
Ia mengaku sudah mengembalikan jas dan pakaian kepada Setwan karena tidak sesuai dengan warna dan ukuran.
"Hari ini saya pakai jas sendiri. Yang saya kembalikan seperti dikerjakan asal-asalan. Kancing enggak pas, jahitannya juga kurang rapi," katanya.
Calon anggota DPRD Garut lainnya dari PDI Perjuangan, Yuda Puja Turnawan mengaku pakaian yang diterimanya dari Setwan sudah sesuai dengan ukuran badannya. "Warna jas saja yang tidak sesuai. Harusnya hitam malah abu muda. Kalau pakaian saya sudah pas. Kalau yang lain banyak yang mengeluh kekecilan," ungkapnya.
Meski pakaian yang diterimanya sudah pas, Yuda menilai kalau kualitas bahannya kurang baik. Saat dilantik pun ia mengaku akan mengenakan jas berwarna hitam, bukan hasil pembagian dari Setwan.