Tes Assessment Hari Kedua, Capim KPK diuji Tingkat Stres dan Kepemimpinan

Pagi ini, Jumat (9/8), Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) melanjutkan proses penyaringan calon pimpinan lembaga antikorupsi itu. Bertempat di lantai 6 Gedung Panca Gatra, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta Pusat dan dimulai pada pukul 7.30 WIB.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Tes Assessment Hari Kedua, Capim KPK diuji Tingkat Stres dan Kepemimpinan
Seleksi Capim KPK. ©2019 Merdeka.com

Pagi ini, Jumat (9/8), Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) melanjutkan proses penyaringan calon pimpinan lembaga antikorupsi itu. Bertempat di lantai 6 Gedung Panca Gatra, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta Pusat dan dimulai pada pukul 7.30 WIB.

Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih menyampaikan bahwa assessment pada hari kedua ini akan menggali potensi kepemimpinan para calon. Selain juga profesionalismenya.

"Termasuk tingkat kestresannya," kata Yenti di tempat.

Mereka, kata Yenti, akan diminta untuk memaparkan dan juga partisipatoris. Di tambah juga simulasi kelompok dan wawancara.

Secara umum, kata Yenti, pada hari ini Pansel akan menggali kondisi dan kemampuan psikologis para capim KPK. Hal ini perlu dilakukan karena KPK bukanlah lembaga yang kecil. Oleh karenanya perlu pimpinan yang matang secara psikologis.

"Mungkin nanti ada lompatan status, jadi jangan sampai nanti tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan dari seorang pimpinan," papar Yenti.

Menurut pakar hukum Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) itu, dalam assessment ini tidak ada persentase untuk menentukan kelulusan. "Kita tidak ada persentase ya," katanya.

Pada assessment kali ini, lanjut Yenti, peserta dibagi menjadi 6 kelompok. Dan setiap kelompoknya terdiri dari enam sampai delapan orang.

"Karena kita ada 40 dibagi 6 itu 6 sampai 8," jelas Yenti.

Dari keempat puluh capim ini, jelasnya, akan diserahkan kepada presiden pada tanggal 2 September nanti hanya 10 orang.

"Kita tidak umumkan, yang pasti tanggal 2 nanti kita serahkan ke presiden," katanya.

Halaman
Rekomendasi