Sebanyak dua kilogram timun diamankan petugas haji Embarkasi Palembang dari barang bawaan jemaah calon haji. Timun atau sejenisnya merupakan salah satu barang terlarang dibawa ke Mekkah.
Penemuan timun terjadi saat dilakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan jemaah calhaj kloter 18 melalui X-ray sebelum terbang ke Jeddah di Asrama Haji Palembang, Rabu (24/7) pagi. Petugas mencurigai barang mencurigakan sehingga bagasi jemaah digeledah.
Selain timun, petugas juga mendapati barang-barang terlarang lain seperti beberapa botol air mineral, beras, sabun, parfum di atas 100 ml dan makanan.
Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Palembang, Saefudin Latief, mengungkapkan jemaah mengaku membawa barang-barang itu atas saran jemaah haji yang telah berangkat tahun-tahun sebelumnya. Namun tidak diketahui tujuannya.
"Hari ini kita temukan timun dua kilo, beras, dan barang-barang lain yang dilarang dibawa, semuanya kita sita," ungkap Saefudin, Rabu (24/7).
Dia menegaskan, jemaah calhaj tidak perlu membawa barang-barang seperti pisau, gunting, korek api dan lainnya. Sementara untuk konsumsi, petugas haji memastikan memberikan pelayanan terbaik.
"Insya Allah seluruh jemaah calon haji akan terlayani semua agar mereka khusyuk dalam beribadah," kata dia.
Saefudin menambahkan, kloter 18 yang masuk dalam gelombang kedua diberangkatkan hari ini berjumlah 450 orang, termasuk petugas haji. Mereka berasal dari Kabupaten Lahat, Ogan Komering Ulu Selatan, dan Palembang.
Ada 33 seat pesawat yang kosong disebabkan dengan sejumlah alasan, yakni wafat sebelum masuk asrama sebanyak delapan orang, hamil (1 orang), sakit (14 orang), muhrim sakit (1 orang), dan alasan lain (9 orang).
"Besok dijadwalkan keberangkatan kloter 19 atau yang terakhir. Kloter yang lebih dulu berangkat sudah berangsur bergerak dari Madinah menuju Mekkah," pungkasnya.